Site icon Berita Kota Makassar

Muchlis Serukan Kampung KB Kembangkan Tanaman-tanaman Potensi

GOWA, BKM — Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis meminta para pengelola Kampung KB termasuk didalamnya PPLKB dan PKK agar mampu mengembangkan Kampung-kampung KB yang telah ada dengan melakukan berbagai inovasi.

Hal itu ditegaskan Muchlis agar Kampung KB yang ada di Gowa betul-betul berkembang dengan baik. Apalagi kampung KB Gowa saat ini trend dijadikan kunjungan studi bagi kabupaten/kota dari dalam dan luar Sulsel.

Kegiatan yang diikuti 82 orang peserta meliputi UPTD 8 orang ditambah 2 orang Plt, PLKB 18 orang, ketua PKK 18 orang serta para ketua UPPKS ini menurut Muchlis disela membuka resmi kegiatan workshop Bina Keluarga Balita (BKB) bertempat di Green Hotel Makassar, Kamis (29/11/2018) siang, BKB ini penting karena pembinaan keluarga balita ini bertarget pada ibu dan balita agar ada perubahan pengetahuan, perubahan keterampilan dan perubahan kesadaran bagi para ibu dalam mempersiapkan generasinya.

“Dalam rumah tangga itu ibu adalah pilar utama pengembangan keluarga. Mental ibu harus diubah dan dikuatkan dan ini adalah tugas PKK untuk melakukan pembinaan itu di kalangan ibu-ibu. Kasus yang saat ini kita dapati di Sulsel termasuk di Gowa itu setiap 10 tahun itu berkurang tingginya anak-anak kita 1 centimeter. Dulu orang Jepang kita lazim sebut sebagai orang terpendek tapi sekarang orang Jepang sudah main bola di level dunia. Orang Indonesia malah ketinggalan. Itulah karena kita di Indonesia termasuk di Gowa ini tidak mau berubah. Makanya pembinaan itu harus dimulai dari rumah, dari keluarga,” jelas sekkab.

Muchlis pun mengatakan, setiap Kampung KB harus kembangkan rumah data. Semua data keluarga dikampung itu termasuk pasangan usia subur yang belum ada anak dan mau punya anak, termasuk penghasilan dan kerjanya harus ada.

“Cari pasangan usia subur yang tidak mau punya anak dan yang mau punya anak dan data penting lainnya. Terkadang kita gagal membentuk keluarga sehat karena orangtua gagal melakukan pembinaan itu,” tambahnya.

Salah satu hal penting untuk disosialisasikan ke masyarakat utamanya yang Kampung KB adalah membudayakan warga menanam pohon kelor. Orang Amerika saat ini kata Muchlis memburu tanaman kelor karena kandungan vitaminnya cukup banyak salah satunya adalah vitamin C. Vitamin C kelor 4x dari buah jeruk.

“Saya mau Dinas PPKB ini menjadikan ini program. Jadikan ada Kampung KB yang budayakan kelor dan jadikan sebagai kampung kelor. Kita mau coba bagaimana perbandingan kampung yang mengkongsumsi kelor dengan yang tidak. Daun kelor ini sepele tapi besar artinya. Jadi sasaran kita mengelola Kampung KB itu bukan hanya membina bagaimana menciptakan keluarga sejahtera tapi juga bagaimana menciptakan keluarga yang sehat,” jelas Muchlis.

Muchlis juga menyebut tanaman cabe sebagai tanaman potensi yang menumbuhkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Menurutnya tanaman cabai juga terong adalah salah satu penyumbang inflasi di Makassar dan Gowa. Kalau di Kampung KB dikembangkan ini tanaman cabe, terong dan kelor, maka ini akan meningkatkan berbagai hal. Ada nilai jual dan kandungan gizinya juga bagus.

“Kita harus bekerja berbasis data sehingga mudah menemukan hasilnya. Jika ada data maka kita tidak keliru. Makanya itulah pentingnya ada rumah data di Kampung KB. Data dan informasi harus akurat agar kita tidak keliru membuat program. Dengan data dan informasi akurat bisa kita temukan masalah yang harus dicarikan solusinya dengan baik,” kata sekkab lagi.

Muchlis pun menyerukan agar proses sosialisasi, proses intraksi, harus tetap jalan antara penyuluh kepada masyarakat.

“Jangan menunggu berkembangnya Kampung KB lain baru kemudian kita mau berubah. Kita harus inovatif berbuat. Tumbuhkan ide-ide yang bisa dilakukan untuk mengembangkan Kampung KB ini. Dan saya berharap workshop ini membawa manfaat dan diimplemetasikan di masyarakat khususnya di Kampung-kampung KB,” jelas Muchlis.

Sementara itu itu, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Gowa Sofyan Daud mengatakan kalau PLKB tidak punya inovasi maka seluruh progam Kampung KB tidak akan berhasil.

Sofyan pun mengajak para pengelola banyak belajar dan memiliki banyak referensi untuk pengembangan Kampung KB ini.

“Perbanyak literasi dan referensi agar pemahaman kita untuk terus mengembangkan program ini mengena dan mencapai tujuannya. Satu kesyukuran kita karena Kampung KB di Bilibili dan di Balasuka kini menjadi trend kunjungan studi banding bagi pengelola KB dari luar Gowa dan Sulsel,” kata Sofyan.

Sofyan juga mengatakan, ke depan akan membentuk tim KB desa yang akan diikuti seluruh kader KB di desa. Hal itu dilakukan untuk mendukung gerakan pembinaan KB yang lebih baik apalagi beberapa desa sudah menganggarkan di desanya untuk melakukan pelatihan-pelatihan kelompok bina remaja, bina balita dan bina lansia. (saribulan)

Exit mobile version