Site icon Berita Kota Makassar

Normalisasi 34,05 Km Saluran Air Terkendala Sampah

MAKASSAR, BKM — Kota Makassar dilalui saluran air sepanjang 34,05 kilometer. Saluran air tersebut terdiri dari 3 kanal yakni Pampang, Sinrilijala dan Panampu, Sungai Tello dan 4 saluran air, diantaranya saluran Perumnas Antang.
Selama ini, yang kerap dikeluhkan Balai Besar Sungai Pompengan dan Jeneberang (BBWSPJ) sebagai stakeholder terkait yang menangani normalisasi drainase adalah persoalan sampah.
Kepala BBWSPJ Teungku Iskandar mengatakan, butuh komitmen Pemkot Makassar untuk bekerjasama menangani persoalan sampah di saluran drainase. Karena selama ini, yang menghambat kerja-kerja BBWSPJ melakukan normalisasi adalah persoalan sampah.
Iskandar mengemukakan, selama dua tahun ditargetkan sepanjang 34,05 kilometer. Tahun ini telah dilakukan pembersihan dan pengerukan sepanjang 13,03 Km lebih.
Tahun depan pihaknya menargetkan 11,2 km. Mulai dari kanal Pampang 5,2 Km, kanal Sinrilijala 2,3 Km dan kanal Panampu 4,3 Km.
“Upaya mengembalikan fungsi saluran air ini butuh kerjasama semua pihak, terutama Pemerintah Kota Makassar, Pemda Gowa dan pelibatan Kodam XIV Hasanuddin,” katanya usai penanaman pohon dalam rangka Hari Bakti PU ke 73 di Waduk Tunggu Pampang, Rabu (28/11).
Iskandar menyebutkan selama beberapa tahun, beberapa saluran air di Makassar tak berfungsi dengan baik. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir saat puncak musim penghujan.
“Selama tiga bulan ini kita berupaya kembalikan fungsinya lagi. Tadi Pak Wagub minta untuk bersinergi, kewenangan balai itu ada pada badan air. Soal lingkungan dan masyarakat tetap pada pemda,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Iskandar meminta Pemkot Makassar untuk menangani sampah yang selama ini dibuang ke saluran air. Sampah ini yang kemudian sampai ke laut dan mencemari kawasan pantai, seperti Anjungan Pantai Losari.
“Setelah fungsi kanal berjalan baik ternyata berdampak pada pengiriman sampah ke laut. Soal sampah itu urusan pemkot, harusnya mereka menyediakan tempat pembuangan sampah dan secara berkala menjemput sampah di pemukiman masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot diminta melakukan perbaikan drainase yang masuk ke kanal. Selama ini banyak pemukiman yang tergenang akibat saluran ke kanal tak berfungsi dengan baik.
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang hadir dalam kesempatan tersebut berjanji akan membentuk tim. Tim ini akan melibatkan Pemkot Makassar, Pemda Takalar, Gowa dan Maros, Kodim XIV serta BBWSPJ untuk mengantisipasi musim hujan.
“Dalam waktu dekat untuk memfollow up dengan dinas PSDA (pemberdayaan Sumber Daya Air)kabutapen dan kota serta Balai dan Kodam, duduk bersama untuk melihat sampai mana untuk persiapan musim hujan,” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version