MAJENE, BKM — Para kepala desa (Kades) yang ada di Kabupaten Majene diharapkan untuk berani berinovasi. Karena jika tidak berinovasi, tidak ada yang bisa dimaksimalkan dengan Dana Desa (DD).
Harapan ini disampaikan Bupati Majene, Fahmi Massiara menyikapi masih minimnya jumlah Kades di Majene yang berupaya melakukan inovasi. Dari puluhan desa yang ada di Majene, baru dua sampai tiga desa yang berupaya berinovasi.
”Saya menantang desa-desa lainnya untuk bisa berinovasi dengan harapan agar ada masa depan yang baik dan mandiri di tiap desa. Jika tidak berinovasi, tidak ada yang bisa dimaksimalkan dengan dana desa. Apalagi jika dana desa sudah ditiadakan. Langkah apa yang akan dilakukan. Jadi, dengan dana desa mau bikin apa saja dan kalau dana desa ditiadakan mau bikin apa,” kata Fahmi.
Tentang adanya salah satu oknum Kades di Kabupaten Majene yang harus terjerat kasus hukum akibat berinovasi dengan menggunakan lahan mangrove atau hutan bakau, Bupati Fahmi Massiara menganggap langkah oknum Kades itu untuk memaksimalkan peluang usaha di wilayahnya.
Namun oknum Kades tersebut tidak jeli melihat wilayah yang sesuai dan tidak memiliki konsekuensi hukum di kemudian hari. Meski demikian, bupati tetap berharap agar tiap desa lainya tidak takut berinovasi sesuai potensi yang dimiliki. Namun juga tetap memperhatikan regulasi yang ada. (int)