SELURUH camat yang ada di Kota Makassar didorong untuk melakukan inovasi di wilayahnya masing-masing. Berbagai program dilaksanakan sebagai respons. Salah satunya di Kelurahan Mallimongan Tua, Kecamatan Wajo.
Laporan: Juni Sewang
BERKEBUN dalam kota. Itulah yang kini digalakkan di sebuah lorong. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Badan Usaha Lorong (BULo). Sekaligus mengatasi inflasi dan menghidupkan perekonomian masyarakat.
Sederhana namun tepat sasaran. Warga yang bermukim di lorong diberdayakan guna memperoleh penghasilan tambahan. Aneka jenis sayuran ditanam dengan memanfaatkan lahan kosong.
Camat Wajo Auliah Arsyad telah melakukan panen kangkung di areal yang disebut Kebun Lorong Peduli Inflasi Kelurahan Malimongan Tua. Lokasi ini dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia yang diketuai Krisnawati.
Sebagai bagian dari kehadiran kebun ini, telah didirikan rumah makan organik. Seluruh bahan baku untuk rumah makan tersebut dipasok dari tanaman yang dihasilkan di Lorong Peduli Inflasi.
”Sebenarnya kita sudah siap untuk melakukan lauching rumah makan organik ini. Tinggal menunggu waktu dari Pak Wali,” ujar Auliah, Kamis (29/11).
Hasil tanaman di Lorong Peduli Inflasi, menurut Auliah, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah makan organik yang telah ada di wilayahnya. Melainkan telah dipasarkan retail-retail modern yang ada di Makassar.
Ke depannya, Aulia berencana untuk menggalang kerja sama dengan berbagai pihak untuk pemasaran hasil panen. Termasuk kesepakatan soal harga. Begitu pula koordinasi dengan perusahaan-perusahaan makanan, agar produksi buah dan sayur tidak menimbulkan masalah baru bila mana hasil panen menumpuk.
“Ini ada strateginya. Apa yang masih kurang harus disempurnakan. Termasuk memikirkan bagaimana strategi pemasarannya,” ucapnya.
Diakui Aulia, rumah makan organik di wilayahnya telah mengundang perhatian pihak dari luar Sulsel. Mereka biasanya dibawa berkunjung ke tempat tersebut, dan termotivasi untuk melakukan hal serupa di daerahnya. Setidaknya, kini Lorong Peduli Inflasi telah menjadi kawasan untuk percontohan. (*/rus)
