MAKASSAR, BKM — Masjid 99 kubah yang dibangun pada era Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) rencananya tetap akan dilanjutkan.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Dharmawan Bintang mengatakan, sesuai arahan Gubernur, Nurdin Abdullah (NA), masjid tersebut akan digenjot penyelesaiannya.
“Pada pengantar nota keuangan kan ada ada disebutkan jika masjid 99 kubah tetap mendapat perhatian pemerintah,” ungkap lelaki yang akrab disapa Wawan itu.
Namun, kata dia, karena pemerintahan baru, pembangunan masjid tersebut perlu diaudit dulu untuk mengetahui batasan jelas antara pekerjaan yang dilakukan di era SYL dan NA. Audit dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Daerah (BPKP).
Karena persoalan audit itu, anggaran untuk kelanjutan pembangunan masjid sebesar Rp58 miliar masih tertahan. Alias tidak bisa digunakan. Padahal, targetnya tahun ini, semua pekerjaan infrastruktur bagian dalam masjid harus diselesaikan.
“Kita tunggu hasil audit BPKP dulu. Tahun 2018 ini, kita harus menyelesaikan infrastruktur dalam masjid,” kata Wawan.
Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol ini menjelaskan, pekerjaan dimaksud adalah plafond, lantai, dinding, dan lampu.
“Agar masjid itu sudah bisa segera digunakan sambil mengerjakan item-item lainnya,” kata Wawan.
Untuk pekerjaan di luar masjid yang belum dilaksanakan, lanjut dia masih ada 17 kubah belum dipasang, lantai pelataran suci untuk 1.000 jamaah, parkir kendaraan dan taman.
Sementara pekerjaan yang sudah rampung adalah tempat wudhu serta kamar mandinya.
Jika dikalkulasi, pekerjaan keseluruhan yang belum rampung sekitar 25 persen. Masjid 99 kubah ini sudah tiga tahun dikerjakan. (rhm)
Rp58 M Dana untuk Masjid 99 Kubah tak Bisa Digunakan
