Site icon Berita Kota Makassar

LPMP Sulsel Gagas Jambore SPMI

BARRU, BKM — Direktur Pembinaan Pendidikan Sekolah Dasar Direktorat Dikdasmen Kemendikbud, Dr Khamin membuka secara resmi
Jambore Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui Pendidikan Karakter (PPK) se Sulsel, di Desa Paccekke Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru, Minggu (2/12).
Khamin didampingi Kepala LPMP Sulsel, Dr Halim Muharram, Bupati Barru Suardi Saleh, para Kepala LPMP se Indonesia Timur, Rektor UNM diwakili Dekan FIS UNM Prof Dr Hasnawi Haris dan ikut dihadiri unsur Forkopimda dan pejabat Pemkab Barru serta para guru dan siswa sekolah model se Sulsel.
Kepala LPMP Sulsel Dr H Halim Muharram dalam laporannya menyatakan tujuan Jambore SPMI digagas untuk membangun karakter siswa dan meningkatkan mutu pendidikan di Sulsel. Jambore ini juga mengagendakan berbagai lomba dan kegiatan.
Kegiatan ini terlaksana karena adanya dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkab Barru, Unsur tripika Kecamatan Soppeng Riaja dan Kades bersama masyarakat Desa Paccekke.
“Kami mengapresiasi atas terselenggaranya agenda Jambore SPMI tersebut, karena dukungan banyak pihak. Harapan kita semoga kegiatan yang punya tujuan kebaikan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan karakter siswa terus tumbuh berkembang, ” ujar Halim.
Bupati Barru Suardi Saleh berterima kasih atas ditunjuknya tempat ini, Desa Paccekke sebagai tuan rumah pelaksanaan Jambore. Semoga terjadi peningkatan kualitas pendidikan karakter di Kabupaten Barru.
Apalagi desa Paccekke punya nilai sejarah dalam mempertahankan NKRI. Desa ini pernah menjadi tempat Konferensi untuk melakukan perlawanan kepada Belanda.
“Ditempat inilah Jenderal Sudirman memberikan kepercayaan kepada Mayor Andi Mattalatta untuk menyelenggarakan Konferensi Paccekke. Mudah-mudahan kepercayaan Desa Paccekke dapat memberikan pendidikan karakter kepada peserta Jambore dan siswa Indonesia secara umum karena adanya nilai sejarah yang tertanam di Paccekke, ” tandas Suardi.
Suardi juga menjelaskan jika nilai sejarah perjuangan merupakan salah satu bentuk untuk membangun karakter peserta didik. Itulah sebabnya
Pemkab Barru membantu alokasi BOS APBN melalui BOSDA. Barru sangat mendukung penuh peningkatan kemajuan pendidikan dari adanya alokasi BOSDA sebesar Rp 12 juta persekolah atau Rp 200 ribu persiswa.
“Bukan hanya itu, kita juga menerima guru kontrak daerah dan kami saat ini sudah terima sebanyak 119 orang karena kita kekurangan guru. Begitu pula melalui bantuan untuk guru PAUD sebesar Rp 5 milyar, ada juga pembangunan sekolah model, dan beasiswa Rp 1,5 milyar. Kira berharap dengan upaya pemerintah, maka Indeks Pembangunan masyarakat Barru terus meningkat. Syukur alhamdulillah karena
IPM kita saat ini mencapai 69,37 yang kemudian membawa Kabupaten Barru berada diposisi 8 dari 24 Kabupaten kota di Sulsel,” terangnya .
Sementara itu, Direktur Pembinaan Pendidikan Sekolah Dasar Direktorat Dikdasmen Kemendikbud Dr Khamin, M.Pd, mengungkapkan jambore SPMI yang diinisiasi Kepala LPMP Sulsel Dr H Halim Muharram,merupakan kegiatan Jambore pertama di Indonesia Timur. (udi/C)

Exit mobile version