MAMUJU, BKM — Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar kembali menggelar coffee morning dengan kalangan media di daerah tersebut, akhir pekan lalu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan sekaligus menjaga stabilitas Kamtibmas.
Coffee morning kali ini dilaksanakan di Kafe 85 (kantor Direktorat Lalulintas Polda Sulbar), Jalan Ahmad Kiran Mamuju. Pertemuan ini dihadiri langsung Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, para pejabat utama Polda, pemimpin redaksi, dan wartawan yang ada di Kabupaten Mamuju.
Sama seperti pelaksanaan sebelumnya, kegiatan tersebut diwarnai bincang santai membahas permasalahan Kamtibmas yang terjadi di wilayah Sulbar. Sehingga ada solusi untuk penanganannya.
Dengan terlaksananya kegiatan Coffee Morning kali ini diharapkan sinergitas antara wartawan dengan Polri khususnya Polda Sulbar dapat terus ditingkatkan. Sehingga secara bersama-sama kita bisa mengambil andil dalam membantu menyelesaikan persoalan Kamtibmas yang ada.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sulbar menyampaikan tentang situasi Kamtibmas periode September dan Oktober 2018, baik kasus kejahatan kriminalitas maupun kejadian lalulintas.
”Alhamdulillah, kejahatan dibulan Oktober mengalami penurunan sebesar 20 kasus atau turun sekitar sembilan persen, jika dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu september. Hal ini tentunya tidak terlepas dari partisipasi seluruh pihak khususnya media dalam memberikan informasi,” kata Kapolda.
Namun untuk penyelesaian perkara, mengalami peningkatan sebanyak 20 persen atau 21 kasus. ”Dan Alhamdulillah, kasus menonjol menurun 6 kasus atau sekitar 13 persen. Untuk kasus lakalantas, mengalami peningkatan sebanyak 6 kasus atau 14 persen. Hal ini tentu karena kurangnya kesadaran pengendara dalam menaati aturan berlalu lintas,” terang Kapolda.
Dalam sesi tanya jawab, para wartawan juga mengajukan beberap pertanyaan seperti BBM, CCTV, APK, dan pendaftaran CPNS. Termasuk langkah-langkap Polda dalam mengatasi penipuan.
Menyikapi pertanyaan tersebut, Kapolda Sulbar menyampaikan terimakasih kepada wartawan yang aktif memberikan informasi terkait mengenai perkembangan Kamtibmas yang ada.
”Terkait BBM khususnya di Pertamini yang melakukan pengambilan bahan bakar berlebih sehingga BBM di Pertamina cepat habis akan kami lakukan pengawasan yang lebih intensif dan meminta pihak Pertamina untuk memprioritaskan pengendara umum daripada jerigen. Sementara mengenai permasalahan CCTV, APK, dan penipuan CPNS, telah kami lakukan penyelidikan. Khusus APK sampai saat ini masih di pihak kejaksaan. Dan perkembangannya akan kami informasikan,” ujar Kapolda Brigjen Pol Baharuddin Djafar. (ala/mir/c)
Oktober, Angka Kejahatan di Sulbar Turun
