Site icon Berita Kota Makassar

Kunci Bisnis Karena Perencanaan

TERLEPAS dari keberhasilan seseorang, tidak lepas dari perencanaan yang matang. Memulai bisnis clothing memang dibutuhkan sebuah ide maupun konsep tersebih dahulu di samping modal.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Salah satu langkah trik dalam mengembangkan bisnis yang ditekuni Muhammad Syuaib saat ini yakni dengan membuat many plan atau berapa perencanaan sebelum melakukan sesuatu, temasuk dalam proses mengembangkan usaha hingga saat ini.
“Jadi saya gambarkan di sebuah kertas, di sekian tahun ke depan saya harus punya ini, setelah terwujud, tahun berikutnya saya harus punya itu. Makanya saya berusaha nabung dan pakai tiga rekening untuk di pilah pilah, yang mana untuk tabungan perencanaan dan yang mana untuk pribadi,” ungkapnya saat ditemui penulis kemarin.
Trik tersebut, menurut Syuaib adalah langkah yang ia rancang dan berhasil membuat sedikit demi sedikit usahanya berkembang tanpa harus berfikir keras. Sehingga, Syuaib pun berhasil membuktikan bahwa Panrita Clothing store juga sukses di pasaran dan diterima disemua kalangan utamanya pemuda pemudi.
“Saya sudah pilah-pilah semua keuangan mana untuk pribadi dan bisnis. Itu kunci kalau mau bisnis kita berkembang, buktinya sekarang omset saya sudah lebih seribuan perhari di produksi,” katanya.
Saat ini, anak pertama dari lima bersaudara ini telah memiliki mesin sablon yang lengkap mulai dari mesin cutting, mesin press dan alat lainnya sehingga baju yang ia jual adalah hasil produksi sendiri dan karya sendiri.
“Untuk sementara ini, saya masih punya rencana lagi untuk memiliki mesin indoor. Sangat mahal, sekitar Rp 250 juta tapi InshaAllah pasti kita bisa dapat itu kalau kita punya perencanaan dan ada usaha,”bebernya.
Keinginannya kian hari untuk mengembangkan bisnisnya, sudah terwujud. “Initnya kalau sudah punya planning, bagaimana kita mampu berfikir sedikit dan action yang lebih banyak,” ucapnya.
Kini, Syuaib mulai banyak terjun dalam bidang sosial, beberapa persen dari pendapatannya di dunia bisnis ini. Mulai ia salurkan keberbagai bakti sosial yang ia bentuk dengan teman-temannya dan menyumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan.
“Ada beberapa seperti kemarin sudah memberikan bantuan ke Desa Pallantikang ada seorang nenek yang sudah janda tertimpah musibah kebakaran kita berikan bantuan dan ibu-ibu yang keterbelakangan mental dan hidup sebatang kara juga kita saling berbagi,” katanya.
Awal menekuni usahanya, jelas Syuaib, penuh tantangan.
Apalagi harus meraih julukan tersebut untuk mantan mahasiswa yang menyelesaikan kuliahnya selama 11 semester.
“Saya pernah membuang buang waktu selama 11 semester di salah satu kampus negeri tempat saya mengabdi. Saat itu saya hanya berfikir bagaimana saya bisa makan untuk hari ini. Saat penerimaan mahasiswa baru (maba), saya terfikir untuk menjual sesuatu ke maba,” ungkapnya.
Dengan meminjam modal di keluarga, Syuaib pria kelahiran Gowa 10 Februari 1993 ini hanya mampu menjual perlengkapan maba saat itu. Keuntungannya sebanyak Rp600 ribu rupiah. Dengan modal tersebut, Syuaib mencoba membuat usaha lain. Beberapa waktu kemudian, Syuaib mendapat rejeki dengan menerima orderan besar dari Organisasi Farmasi Indonesia sebanyak 600 lembar baju dengan keuntungan kurang lebih sebanyak Rp15 juta.
“Hingga pada akhirnya saya ke tempat sablon teman, di situ saya belajar sablon baju dengan modal Rp600 ribu. Sedikit demi sedikit orderan datang, saat itu saya masih berhutang ke teman teman sebanyak Rp200 ribu, pinjam lagi Rp300 ribu dan begitu seterusnya hingga saya dapat lunasi,” jelasnya.
Saat itu, Syuaib mengaku kehidupannya berubah sedikit demi sedikit hingga dapat membuka fikirannya untuk membuat usaha sendiri. Hingga saat ini, Panrita Store miliknya mampu menyaingi beberapa clothing store besar yang ada di kota Makassar. Dia membeberkan, keuntungan yang ia peroleh setiap bulannya juga tak sedikit.
“Saya mulai kontrak rumah dan membuka toko Panrita ini. Saya punya dua orang karyawan. Di luar dari gaji mereka alhamdulillah saya mendapat keuntungan sekira Rp8 hingga Rp9 juta bersih setiap bulannya,” bebernya.
Selain itu, kisah dibalik nama usahanya toko baju yang ia rintis tersebut diberi nama ‘Panrita’ adalah sebuah do’a. Dengan nama tersebut banyak para pelanggan yang mengira dirinya adalah orang Bulukumba.
“Mungkin karena nama toko saya Panrita Store padahal saya orang Pattalassang Gowa. Panrita itukan artinya orang yang ahli atau orang yang pintar dan saya juga mau dijuluki seperti itu,” ujarnya.
Tak hanya pembuat baju Syuaib, juga mengaku apapun dirinya akan lakukan sebab dirinya juga mau menjadi orang yang ahli di segala bidang. “Itu salah satu cita cita saya. Menjadi seorang panrita. Makanya, semoga dengan diberikannya nama Panrita, toko saya mampu mendapatkan kepercayaan dari orang orang bahwa tempat penjual dan pembuat baju ahli ya hanya di Panrita Clothing Store,” tuturnya. (ita)

Exit mobile version