IRINGAN kecapi dan sinrili terdengar merdu di lobby Hotel Claro Makassar tiap harinya. Lantunan musik tradisional ini menyambut para tamu yang baru tiba melalui pintu utama Hotel yang terletak di Jalan AP Petta Rani Makassar. Dia adalah Abdul Latif Dg Palagu.
Laporan: NUGROHO
Lantunan musik dari senar ini membuat kesan tradisional di hotel berbintang yang amat modern ini. Pemainnya juga bukan orang ‘kemarin sore’ dalam memainkan alat musik itu. Pria 46 tahun yang telah belajar bermain kecapi dan sinrili sejak masih kecil.
Dengan baju yang serba merah dangan menggunakan patonro, Dg Palagu duduk dengan dua alat musik didepannya. Tiap ada tamu yang masuk, ia bergegas mengambil kecapinya untuk segera dimainkan. Setelah kecapi, ia juga biasa memainkan sinrilinya.
Dihadapan penulis, Dg Palagu juga memperlihatkan keahliannya dalam bermain. Dengan senyum yang merekah dan ekspresi begitu menghayati musik, memang begitu indah terdengar ketika ia mulai memetik.
Dg Palagu ternyata memang keturunan keluarga seniman. Ayahnya seorang seniman tradisional. Ayah Dg Palagu selain menyanyi, juga sangat ahli dalam memainkan kecapi.
Kemampuan itulah yang diturunkan kepada Dg Palagu. Dg Palagu pun mengatakan, jika ayahnya memang betul-betul ingin menjaga kesenian ini kepada dirinya. Makanya sedari kecil, ia diajarkan berbagai teknik dalam bermain musik tradisional Bugis-Makassar.
“Bapakku memang seniman dulu. Beliau sudah meninggal. Dulu dia penyanyi, juga main kecapi. Awalnya saya lihat-lihat bapak. Terus dia mi yang ajar k ini, demi menjaga kelestarian seni bugis-makassar,” katanya.
Ia pun terus bermain, hingga akhirnya ditawari untuk main di Hotel Claro Makassar sejak empat tahun lalu.
Ia mengatakan cukup bersyukur bisa dipanggil bermain sebagai pengiring musik kedatangan tamu di Hotel Claro. Ia bersyukur karena dengan pekerjaannya, ia telah bisa menghidupi keluarga kecilnya.
Dg Palagu sendiri telah dikaruniai satu orang anak. Pria asal Kabupaten Gowa ini pun saat ini tinggal di sebuah rumah di Jalan Abdullah Dg Sirua bersama istri dan anaknya.
“Kalau soal penghasilan, ya Alhamdulillah lah. Setidaknya selain bisa terus melestarikan dan memperkenalkan kesenian daerah ini kepada tamu yang datang, penghasilan saya sekarang bisa lah untuk hidupi keluarga,” ujarnya.(nug)
