MAKASSAR, BKM — Curah hujan cukup tinggi mulai mengguyur Sulsel, termasuk di Makassar. Salah satu problem yang dihadapi ketika musim hujan tiba adalah persoalan banjir, utamanya di ibukota provinsi ini.
Butuh penanganan intensif agar dampak banjir tidak terlalu dirasakan masyarakat. Sejauh ini, langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah dinilai lamban. Khususnya terkait pengerjaan infrastruktur irigasi dan lainnya untuk mencegah banjir dilakukan saat musim hujan datang.
Salah satu buktinya, rapat koordinasi penanganan banjir di kawasan Makassar, Maros, Gowa dan Takalar (Mamminasata) yang baru dilakukan saat musim hujan.
Kemarin, Selasa (4/12), Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memimpin langsung rapat antisipasi penanganan banjir di ruang kerjanya. Rapat ini dihadiri dinas PUPR provinsi, kabupaten/kota, serta balai besar (BBWSPJ).
Andi Sudirman mengatakan, rapat digelar untuk membagi tugas antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Termasuk melakukan indetifikasi titik yang dianggap rawan banjir.
“Sudah digambar spot dan titik yang kemungkinan banjir. Minimal kita satukan dan samakan data yang ada. Setelah itu kita cari solusinya bersama-sama, mana yang harus ditangani pemprov, balai atau pemkot,” katanya.
ASS mencontohkan penanganan banjir di Kecamatan Wajo, Makassar. Ternyata diperlukan beberapa pintu air di kanal dan saluran irigasi yang ada untuk mencegah air laut masuk.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, penanganan banjir harus dilakukan secara terintegrasi.
Di Makassar, kata Darmawan, titik-titik rawan banjir di antaranya perumahan BTP, Perumahan Mangga Tiga, Jalan Sulawesi, Jalan AP Petta Rani, dan Jalan Urip Sumohardjo.
“Salah satu yang dibahas adalah genangan air di Urip. Pemkot akan bangun pintu air di dekat kanal Pampang, pemprov bangun aqua pond. Sementara balai tangani salurang irigasi jalannya,” jelasnya.
Sementara BBWPJ berharap pemkot lebih memperhatikan masalah sampah agar tak masuk ke saluran air. Selain bisa menyebabkan tersumbatnya aliran, sampah juga akan mencemari lingkungan. (rhm/rus)
Pemprov-Pemkot Berbagi Tugas Tangani Banjir
