Site icon Berita Kota Makassar

Tanggul Sungai Lamasi Jebol, Ini Yang Dilakukan Wabup Luwu 

LUWU, BKM — Wakil Bupati Luwu (Wabup) Amru Saher memimpin rapat koordinasi (Rakor) pasca bencana banjir yang melanda Desa Pompengan, Lamasi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, Rabu (5/12/2018).

Wabup Amru Saher berpesan bahwa setiap saat kita harus sigap dalam menangani bencana agar masyarakat bisa merasa aman.

“Setiap ada bencana kita harus menangani dengan sigap karena kita tdak pernah tau kapan datangnya bencana dan kita juga harus selalu menjaga koordinasi dengan SKPD terkait agar hal-hal teknis bisa ditangani dengan cepat,” tuturnya.

Amru Saher berharap seluruh SKPD bisa bekerja sama dalam menghadapi hal-hal yang menyangkut masalah bencana alam dan dapat menangani secara cepat.

“Waspadai informasi hoax soal bencana alam. Apabila ada penyebar hoax mengenai bencana agar masyarakat tidak panik,” pinta Amru Saher.

Rakor penanganan pasca bencana alam berupa musibah banjir di maksudkan untuk selalu siaga dalam menghadapi bencana alam agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman apakah itu sebelum terjadi
bencana maupun sesudah bencana.

Sebelumnya akibat hujan deras yang mengguyur kecamatan Walenrang Timur, kabupaten Luwu, Selasa (4/12/2018) dinihari, membuat tanggul sungai Lamasi di desa Pompengan Tengah, jebol sepanjang 70 meter.

Akibatnya 150 rumah di dua desa yakni desa Pompengan Tengah dan desa Pompengan pantai terendam banjir, dengan ketinggian banjir hingga mencapai 1 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, Sulirman mengatakan bahwa jebolnya tanggul sungai Lamasi terjadi setelah hujan deras di hulu dan mengakibatkan debit sungai Lamasi naik.

“Tanggul tak mampu menahan material yang dibawa banjir berupa kayu dan derasnya arus sungai Lamasi hingga meluap ke permukiman warga. Jumlah rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 150 rumah di dua desa,” katanya.

Banjir juga merendam tanaman perkebunan dan permukiman warga. Jalan penghubung antar desa terendam sejumlah kendaraan terpaksa nekat melintas.

Rumah warga yang terendam membuat pemiliknya terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat karena seluruh isi rumah seperti pakaian tempat tidur dan peralatan dapur serta bahan makanan ikut terendam.

Menurut warga korban banjir di desa Pompengan Pantai, Baharuddin mengatakan bahwa sejak banjir yang terjadi pada pukul 05.00 wita dini hari mereka mengungsi ke rumah keluarga.

“Air dalam rumah setinggi diatas 60 sentimeter, kami memilih mengungsi ke rumah mertua sejak pagi tadi,” ucapnya.

Kata dia banjir merendam seluruh isi rumah seperti bahan makanan, pakaian dan tempat tidur. “Tidak ada yang tersisa terendam semua seperti kasur, beras, dan pakaian,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera menurunkan bantuan berupa logistik dan menangani tanggul sungai Lamasi yang jebol agar tidak terjadi banjir. (irwan musa)

Exit mobile version