MAKASSAR, BKM–Media cetak, elektronik maupun media online tidak perlu terjebak pada isu politik sesaat, sehingga bisa terkesan tidak netral dan dapat mempengaruhi sistim pendidikan politik bagi kaum generasi muda.
Kepala Dinas Infokom Provinsi Sulawesi Selatan Hasbullah mengatakan tantangan di era digital saat ini, informasi tanpa batas yang tidak bisa dibatasi oleh siapapun. Sehingga apa terjadi di belahan dunia dapat diketahui oleh belahan dunia lain.
Olehnya itu, Hasbullah berharap agar salah satu tugas Komisi Pemyiaran Indonesia Daerah (KPID) yakni mengawal penyiaran yang sehat bagi masyarakat Sulsel. “Tantangan yang dihadapi maka lembaga penyiaran harus punya komitmen sesuai dengan aturan, Memiliki komitmen rasa kebangsaan dan harus berpijak pada norma agama dan kearifan lokal,” ujar Hasbulla menanggapi banyaknya media yang tidak mempublikasikan sebuah sejarah yang terjadi di ibukota Jakarta baru- baru ini.
Diskusi publik yang mengambil tema eksistensi KPID Sulsel dalam menjaga masa depan generasi muda yang berlangsung di Hotel Pesonna Jalan Mappanyukki Makassar, Kamis (6/12) juga menghadirkan mantan ketua KPI Prof Dr Judha Riksawan serta anggota Komisi A DPRD Sulsel Haidar Majid.
Prof Judha Riksawan juga berpendapat bila KPID memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menurut dia, KPID bukan hanya pada tataran pengawasan penyiaran media. Melainkan menjadi edukasi masyarakat juga generasi muda agar mendapat hal positif.
Menurutnya, sebuah kontestasi seperti Pilpres, pileg dan lainnya dapat berlangsung baik jika media juga berperan dengan sangat baik. “Mengedukasi masyarakat sangat perlu. Ketahanan keluarga juga. Begitu juga program lain bagi remaja atau pelajar utamanya bagi usia pemilih,”ujarnya. (rif)
Media Jangan Terjebak Pada Isu Politik Sesaat
