Site icon Berita Kota Makassar

Parpol Mulai Bedah Strategi Pemenangannya

MAKASSAR, BKM–Masa kampanye partai politik, calon anggota legislatif serta pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah berjalan dua bulan lebih, namun belum dapat dipastikan partai apa yang akan menjadi pemenang pemilu di Sulsel.
Saat ini masih sebatas klaim sebagai calon pemenang seperti yang disampaikan elit Partai Persatuan Pembangunan (PPP) HM Amir Uskara yang mengklaim akan tembus tiga besar di Sulsel.
Bahkan Amir yang juga anggota DPR RI ini optimis partainya akan mendapat posisi wakil ketua di DPRD Sulsel.
Tak hanya itu, Nasdem juga pasang target ingin menjadi pemenang, bahkan yakin dapat meloloskan enam kadernya ke senayan pada pileg mendatang.
Ketua DPW Nasdem Sulsel H Rusdi Masse bahkan memberi kalkulasi sehingga jika target tidak tercapai dirinya tidak mempersoalkan bila dievaluasi sebagai ketua DPW.
Hal berbeda dikemukakan Ketua Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid yang akan mengevaluasi kader jika perolehan suara dan kursi menurun.
Saat ini partai politik mulai mengevaluasi untuk dapat mengukur kekuatan mereka, baik untuk DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota di Sulsel.
Seperti Partai Golkar, yang mewajibakan calon petahana di Makassar harus mendapatkan suara paling sedikit 5.000 suara. Sementara petahana untuk DPRD Sulsel paling sedikit 20.000 suara.
Bukan saja calon petahana, namun Golkar juga telah menetukan perolehan kursi untuk caleg pendatang baru. “Caleg baru paling sedikit harus meraih 2.000 suara,”ujar Ketua Bappilu Golkar Sulsel, Kadir Halid, Kamis (6/12).
Untuk bisa mendapatkan suara yang telah ditentukan, maka seluruh caleg Golkar dibebankan perolehan suara. “Caleg harus punya data warga yang akan memilihnya, baik itu terkait nama, alaman, dan dinama TPSnya,”jelas Kadir Halid.
Sementara itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, tidak mematok target suara buat calegnya. PSI hanya mengintuksikan kepada seluruh kader mereka untuk terus melakukan sosialisasi tampa melakuan pendataan siapa-siapa calon pemilih mereka. “ga ada, di PSI kita tidak melakukan hal itu (Data Calon Pemilih),” kata Ketua DPW PSI Sulsel Fadli Noor.
Fadli menilai jika masyarakat saat ini sudah cerdas siapa yang akan dia pilih. Menurut Fadli yang juga caleg DPRD Sulsel dari dapil I pihaknya khawatir jika nanti datanya bisa tidak jelas.
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Haidar Majid juga mengemukakan bila partainya sedang melakukan evaluasi program dilapangan. “Demokrat dalam waktu dekat akan membedah strategi dilapangan, guna mendapatkan hasil yang maskimal di daerah,”ujar Haidar yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel ini, Kamis (6/12). (rif)

Exit mobile version