Site icon Berita Kota Makassar

Pelindo Gagas Zona Pelabuhan Bebas Pungli

PENGADUAN:
Rumah makan MD yang berada di Jalan Abdesir dilaporkan oleh warga karena memakai gas elpiji 3kg. Padahal sepetahuan dari warga bahwa rumah makan tidak boleh menggunakan gas elpiji 3kg karena dapat membahayakan di sekitar rumah warga.

Kasubag Pengaduan:
Terima kasih, kami langsung mengkonfirmasi ke Camat Panakukang, Andi Pangeran. Andi Pangeran menjelaskan bahwa mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga.Kami akan segera ke lokasi yang dimaksud untuk melakukan peninjauan dan peneguran.(*)

=======================================================

TULISAN:

Syam Karaeng Ngalle, Berharap Rezeki dari Jagung Bakar (1)

Jika Sepi Rela Berjualan Hingga Subuh Hari

DENGAN modal lapak berukuran lebar 3 meter dan panjang 1,5 meter di Jalan Hertasning, Andi Syam Karaeng Ngalle berjualan jagung bakar dari siang hingga larut malam. Ada tiga jenis rasa jagung bakar di jualnya yakni pedas manis, asam manis dan rasa original.

Laporan: ARIF AL QADRY

Asap yang cukup menggumpal di sebagian ruas Jalan Hertasning – Jalan Yusuf Daeng Ngalle. Gumpalan asap itu berasal dari alat pembakaran jangung bakar di lapak jualan pria kelahiran Gowa, 12 Desember 1953. Waktu itu, antrean cukup ramai oleh pengendara yang singgah tuk membeli jagung. Ada yang membungkus ada juga yang memilih untuk menikmati langsung ditempat jualan itu.
Harga jagung bakar semua jenis rasa yang ditawarkan Karaeng Ngalle terbilang cukup terjangkau. Hanya Rp5 ribu saja sudah dapat menikmati jagung bakar hangat, gurih dan beraneka rasa sesuai dengan selera. Apalagi setiap biji jagung yang dijual ukurannya besar – besar dan manis.
“Seperti ini mi kalau jualan ki tidak menentu kapan ramai dan kapan sepih. Tidak menentu juga berapa penghasilan setiap harinya. Biasanya musim hujan seperti ini kadang sepih juga dan itu lagi tidak bisa ditahu sampai kapan,” sebut warga yang asal Gowa itu kepada penulis di lapak jualannya.
Sembari melayani pembelinya, Karaeng Ngalle bercerita sudah sepuluh tahun jualan jagung atau tepatnya di 2006 lalu. Kawasan Jalan Hertasning terpilih karena dianggap sebagai lokasi strategis dekat dari perkantoran ataupun kompleks perumahan. Sehingga setelah menemukan ada tempat sedikit yang dapat digunakan membangun lapak untuk jualan, dia kemudian mendirikan lapak bampu dan tenda (semi permanen).
Sejak itulah dirinya bersama istrinya berpindah tempat jualan jagung bakar di Lapangan Syeh Yusuf Discovery Gowa ke kawasan Jalan Hertasning, Makassar. Dia mulai berjualan dari pukul 14:30 WITA sampai pukul 02:00 dini hari. Atau tergantung seberapa cepat jagung-jagung bakar laku terjual.
“Kalau cepat habis, cepat pulang. Kadang juga sampai jam 2 subuh masih banyak tinggal terpaksa harus tutup dan pulang dilanjutkan besok lagi. Tidak menentu berapa banyak bisa saya dapatkan setiap hari,” tambahnya. (arf)

========================================================

PROGRAM 100 HARI NA-SS

Awasi Langsung Lelang Proyek

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengaku akan mengawasi langsung lelang proyek di Sulsel. Hal tersebut diungkapkan Nurdin lantaran maraknya kongkalikong antara dinas dan pengusaha.
“Saya kawal baik-baik. Mulai perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan. Ini areal rawan, jangan sampai kerabat yang dapat proyek,” kata Nurdin seusai melakukan briefing bersama semua Kepala OPD di Pemprov Sulsel, belum lama ini.
Kata Nurdin, Pemprov sudah bekerja sama dengan KPK soal tender. OPD diminta agar tak berhubungan langsung dengan pengusaha. Apalagi, tergiur dengan iming-iming komisi proyek.Sementara untuk perusahaan yang mendaftar juga harus mengikuti mekanisme. Legalitas secara adminitrasi, berkualitas dan tidak di blacklist oleh KPPU.
“Kita udah kerjasama dengan KPK (Korsupgah). Kita akan kasih sanksi, ini sudah mau tender di bulan desember. Semua yang sudah siap perencanannya kita tender segera mungkin, termasuk rest area. Makanya, saya warning supaya bekerja sesuai aturan yang ada. Hindari bersentuhan dengan para pengusaha,” tambahnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi Pemprov Sulsel Jumras menambahkan lelamh tender untuk proyek infrastruktur dilaksanakan di bulan Desember ini agar pengerjaannya bisa dimulai di awal Januari. “Semua pekerjaan termasuk jalan dan jembatan, yang sudah siap perencanaan langsung lelang fisik bulan ini,” kata Jumras.
Untuk tahun depan, anggaran untuk dinas Bina Marga sekira Rp600 miliar. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pengerjaan jalan dan jembatan. Seperti jalan ringkas di Bone-Pangkep, Sidrap-Luwu dan jalan terisolir di Seko, Luwu Utara. “Kita banyak membuka daerah terisolir di daerah Luwu Raya, Bone, dan Sinjai dan beberapa jalan ringkas. Termasuk pembuatan jembatan tahun ini sekitar tujuh titik,” tandasnya. (rhm)

=======================================================

Makassar Cocok Terapkan Ganjil Genap
-Tiga Rekayasa Jalan untuk AP Petta Rani

REPORTER: RAHMA AMRI
EDITOR: WARTA SHALLY HIDAYAT

MAKASSAR, BKM — Makassar sudah menjadi kota metropolitan. Sejumlah jalan yang menjadi urat nadi utama perhubungan di kota ini sangat padat. Kemacetan pun tidak bisa dihindari. Sudah butuh rekayasa jalan dan lalulintas untuk mengatasi kepadatan kendaraan.

Kementerian Perhubungan pun menawarkan sejumlah strategi dalam menghadapi kemacetan tersebut.
Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi menjelaskan, Menteri Perhubungan sudah menyampaikan kepada dirinya untuk menyampaikan masukan dan pemahaman agar beberapa kota melakukan manajemen rekayasa. Salah satunya, adalah Kota Makassar.
Menurutnya, manajemen rekayasa itu ada bermacam-macam. Seperti ganjil genap, run way, ada juga pembatasan kendaraan, tidak boleh parkir sembarang, dan masih banyak lagi.
Budi menilai, salah satu rekayasa yang bisa dilakukan adalah penerapan sistem ganjil genap terhadap mobil di jalan raya. Hal ini dikarenakan Makassar masuk ke dalam sepuluh besar kota macet di Indonesia.
Budi mengatakan, penerapan ini merupakan sistem yang pas dan cukup efektif. Luas ruas jalan di Kota Makassar sudah tak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas setiap harinya. Termasuk di Jalan Pettarani yang semakin macet tiap harinya.
“Sama dengan Surabaya, Bandung dan Medan. Kita dorong agar segera memberlakukan hal ini, khususnya di Jalan Pettarani. Makassar harus segera memikirkan ini,” katanya.
Tak hanya itu, ganjil genap ini dinilai secara otomatis dapat menekan angka kerugian materi akibat kemacetan yang mencapai triliunan rupiah per tahunnya. Selain itu, sistem ini juga mampu mengurangi kadar CO2 (karbon dioksida) hingga 20 persen.
Budi berharap, Makassar maupun Sulsel tidak terlambat untuk menerapkan sistem ganjil genap ini. Bahkan, pihaknya bersedia untuk membantu Dishub Sulsel untuk menata transportasi yang ada di Sulsel. “Kemacetan ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Oleh karena itu, saya ingin membantu, kami siap” kata dia.
Kendati demikian, ganjil genap ini adalah kewenangan di setiap daerah masing-masing, apakah sudah siap atau belum untuk menerapkannya. Pihaknya hanya mengimbau agar penerapan sistem ganjil genap ini menjadi pertimbangan untuk masalah kemacetan di kota besar.
“Jadi kewenangan itu adalah kewenangan daerah. Tapi kami hanya ditugasi dari Kemenhub, untuk wajib untuk menyampaikan, mengimbau untuk mengatur soal pergerakan orang dan barang itu. Jangan sampai, nanti perkembangan kota ini terlambat,” tandasnya.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Benny Nurdin menilai, sudah saatnya sistem ganjil genap diberlakukan. Uji coba cukup di Jalan Petta Rani. Apalagi, disana ada pengerjaan tol layang yang cukup mengganggu arus lalu lintas. “Misalkan diberlakukan di pagi atau sore hari. Jadwal padatnya kendaraan kan di jam begitu,” ujar Benny.
Kemenhub akan segera mengkonsultasikan hal ini dengan dinas Perhubungan Sulsel dan Pemkot. “Kita siap backup, cukup tiga bulan saja dulu,” tandasnya. (rhm)

========================================================

Penyelesaian Lounge Bintang Lima Molor

MAKASSAR, BKM — Penyelesaian lounge bintang lima yang digagas Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah diawal pemerintahannya, ternyata molor.
Lounge yang digadang-gadang menjadi tempat menerima tamu itu sebenarnya ditargetkan sudah bisa rampung akhir November lalu.
Namun sayang, sepekan memasuki Desember, lounge itu belum rampung juga. Sejumlah pekerja yang melaksanakan aktifitas di sana, siang malam bekerja untuk merampungkan pekerjaan.
Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel, Muh Hatta mengakui keterlambatan tersebut.
“Makanya kita desak kontraktornya untuk merampungkan pekerjaan,” ungkap Hatta, kemarin.
Saat ini, lanjut dia, progres pekerjaan sudah diatas 90 persen. Tinggal beberapa item pekerjaan saja yang harus diselesaikan. Termasuk menyempurnakan pekerjaam dengan finishing-finishing.
Mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah itu menjelaskan, saat ini, pihaknya juga sudah mempersiapkan interior lounge. Perabot dan fasilitas lain seperti perlengkapan elektronik dan sebagainya dikerjakan diluar. Begitu pekerjaan fisik rampung, pihaknya langsung melakukan penataan bagian dalam lounge.
“Itu kan interior seperti sofa meja dikerjakan diluar,” jelasnya.
Nantinya lounge ini akan dilengkapi fasilitas yang akan membuat tamu nyaman saat menunggu jadwal audiens dengan gubernur. Seperti Wifi, TV, TV display untuk sosialisasi program dan produk unggulan Sulsel.
Selain itu, penyediaan cemilan makan dan minum tak pernah kosong. Selalu disiapkan untuk menjamu tamu yang datang. Cuma, kata Hatta pihaknya akan kesulitan memaksimalkan anggaran makan minum untuk di lounge. Pasalnya, anggaran makan minum di Biro Umum tahun depan dikurangi. Namun, dia menolak menjelaskan lebih rinci berapa persen yang dipangkas.
“Lumayan. Kebutuhan umum banyak turunnya. Intinya turun dibanding tahun ini,” ungkapnya.
Tahun depan, masih ada alokasi anggaran yang disiapkan untuk lounge itu. Berdasarkan Rincian Kegiatan Anggaran (RKA), Biro Umum mengusulkan dana sebesar Rp161.021.300 untuk pekerjaan backdrop costum interior area hall VIP Lounge.
Kehadiran ruang khusus tersebut sengaja disiapkan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah untuk memberi kesan nyaman dan mewah kepada para tamu yang melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur.
Lounge yang digadang-gadang menjadi tempat penerimaan tamu dan loby terbaik ini akan melebihi lounge hotel bintang lima. Untuk anggaran, Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel menyiapkan sekitar Rp2 miliar tahun ini.
Lounge tersebut akan dilengkapi dengan dua ruangan yakni satu ruang VIP lounge untuk pertemuan gubernur dengan penting sekelas menteri dan satunya untuk rapat-rapat dengan peserta terbatas.
Lounge itu juga akan dilengkapi dengan dapur, toilet, AC untuk menjaga ruangan tetap sejuk, pantry dengan makanan dan minuman yang senantiasa tersedia.
Lounge itu berukuran 12×24 meter. Dua ruangan pertemuan yang disiapkan masing-masing berukuran 6×6 meter. (rhm)

=======================================================

MAKASSAR, BKM — Melalui program Jaksa Samboritta III, PT Pelabuhan Indonesia (pelindo) (Persero), bersama Kejaksaan Negeri Makassar dan Harian Berita Kota Makassar, akan menggagas program “zona Pelabuhan Bebas Pungli” yang rencananya akan di laksanakan dalam waktu dekat ini.
Hal tersebut diketahui setelah Direktur Harian Berita Kota Makassar, Faharuddin Palapa, beserta Pimpinan Redaksi BKM, Muh Arsan Fitri, manager iklan Herdi dan Masjidan, bertandang ke kantor PT PT Pelindo IV (Persero), guna membahas soal rencana pelaksnaan kegiatan tersebut.
Kedatangan Tim BKM, selaku tim pelaksana program Jaksa Samborutta, disambut hangat General Manager PT Pelindo IV (Persero) Aris Tunru. Aris mengatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi adanya program kegiatan Jaksa Samboritta III.
“Tentu kami sangat setuju dan mendukung kegiatan seperti ini. Apalagi ini menyangkut soal pencegahan pungli di kawasan pelabuhan,” ujar General Manager PT Pelindo IV (Persero) Aris Tunru, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/12).
Ia menambahkan dengan adanya kegiatan penyuluhan soal pungli seperti ini. Tentunya para pengguna jasa pelabuhan, akan lebih berhati hati, dalam menerima pemberian dalam bentuk apapun. Baik itu dalam bentuk uang atau dalam bentuk barang.
Aris berharap program ini secepatnya bisa terlaksana, agar nantinya saat memasuki tahun 2019 mendatang, seluruh kawasan Pelabuhan Makassar itu sudah bersih dan bebas pungli.
“Dengan adanya kegiatan ini, paling tidak ada pencegahannya terlebih dahulu. Sebelum terjadi atau ada yang terjerumus, jadi harus ada yang meluruskan terlebih dahulu,” tandasnya.
Karena kalau sudah terlanjur kedapatan dan tertangkap melakukan pungli, jelas Aris, itu tentu sudah susah lagi.”Kegiatan ini untuk lebih mencegah agar hal itu tidak terjadi,” bebernya.
Ia menuturkan kalau ada pihak pengusaha atau mitra PT Pelindo yang tidak setuju dengan program kegiatan seperti ini berarti itu ada apa-apanya, tutup Aris.(mat)

Exit mobile version