JENEPONTO, BKM — Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto yang berjumlah sekitar 10 orang dipimpin Kajari Jeneponto, Ramadiyagus dibackup Kanit Buser Reskrim Polres Jeneponto, Aiptu Abd Rasad dan anggota, mengobok-obok RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, Rabu pagi (5/12) sekitar pukul 10.05 Wita.
Hal ini disampaikan pegawai RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto yang mengaku bernama Syamsul. ”Betul, kita di sini kaget karena ada 10 orang tim dari Kejari Jeneponto yang dipimpin pak Kajari Jeneponto, Ramadiyagus bersama anggota Polres Jeneponto melakukan penggeledahan di beberapa ruangan, seperti ruang Kabag Keuangan, Kabag Umum, ruang Kabag Kepegawaian, dan ruang Kabag Keperawatan. Saat itu, petugas juga mengamankan beberapa dokumen penting,” jelas Syamsul.
Sekitar 3 jam lamanya dilakukan penggeledahan. Hasilnya, mantan Kepala Instalasi Gizi, Hj Saleha, diamankan ke kantor Kejari Jeneponto dengan menggunakan mobil Toyota Innova. Hj Saleha diapit pihak Kejari Jeneponto untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.
”Saya juga dengar alasan penggeledahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Jeneponto terkait temuan BPK RI tahun 2013. Yakni uang makan minum sebesar Rp800 juta sampai sekarang belum ada pengembalian. Mungkin itu penyebab penggeledahan ini dan diamankan mantan Kepala Instalasi Gizi, Hj Saleha,” jelas Syamsul.
Namun sangat disayangkan, kata Syamsul, ketika dilakukan penggeledahan, Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, Iswan Sanabi sedang melakukan perjalanan dinas ke Makassar.
Sementara itu, Kajari Jeneponto, Ramadiyagus, ketika coba dikonfirmasi Berita Kota Makassar terkait adanya penggeledahan ini, tidak bersedia memberi keterangan. ”Maaf, belum bisa memberi keterangan terkait penggeledahan ini. Tunggu saja kabar nanti,” jelas Ramadiyagus. (krk/mir/c)
Tim Kejari Obok-obok RSUD Lanto Daeng Pasewang
