MAKASSAR, BKM — Pendaftaran calon untuk lelang jabatan sekretarif provinsi (sekprov) Sulsel berakhir hari ini, Senin (10/12). Hingga kemarin, total kandidat yang telah menyerahkan berkas berjumlah lima orang.
Dari jumlah tersebut, hanya satu yang merupakan pejabat Pemprov Sulsel. Dua lainnya merupakan dosen. Mereka bersaing untuk menduduki kursi eselon I.
Mereka adalah Sekretaris Kabupaten Kepulauan Selayar Dr Marjani Sultan. Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI Dr Abd Hayat Gani. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana UNM Prof Hamzah Upu. Pengajar pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Zubakhrum Tjenreng.
Sebelumnya, nama salah seorang pengajar IPDN lainnya, Prof Murtir Jeddawi disebut-sebut bakal ikut dalam lelang tersebut. Namun, rencana itu terpatahkan. Sebab Prof Murtir dilantik sebagai Rektor IPDN pada 5 Desember lalu.
Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo, membenarkan jika hingga kemarin, sudah lima orang yang memasukkan berkas ikut seleksi terbuka Sekprov Sulsel.
“Sampai hari ini (kemarin), sudah lima pendaftar,” ungkapnya ketika dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin.
Rencananya, proses pendaftaran bakal ditutup hari ini pukul 15.00 Wita. Menurut lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Susel itu, panitia seleksi tidak akan memperpanjang proses pendaftaran calon sekprov. Sebab sudah melampaui jumlah minimal peserta yang harus ikut, yakni tiga orang. Tahap selanjutnya yang akan dilaksanakan panitia seleksi adalah verifikasi berkas.
Dari lima pendaftar, hanya satu orang pejabat Pemprov Sulsel yang ikut mendaftar yakni Jufri Rahman. Menyikapi hal ini, Ashari mengatakan masih ada waktu sampai pukul 15.00 Wita hari ini bagi pejabat Pemprov Sulsel yang ingin daftar.
“Siapa tahu besok (hari ini) ada pejabat pemprov lagi yang mendaftarkan. Kan belum kita tahu,” ungkapnya.
Dari lima nama kandidat yang sudah menyerahkan berkas, nama Dr Abd Hayat Gani disebut-sebut calon kuat yang akan menempati posisi jabatan eselon I lingkup Pemprov Sulsel itu. Hayat dikatakan punya kedekatan dengan orang nomor satu Sulsel.
Pada Minggu kemarin, Hayat diinformasikan bertemu dan mendampingi gubernur ke Pulau Samalona menghadiri kegiatan CEO Gathering Apindo.
Beredar sebuah gambar, di mana Hayat berada di atas sebuah kapal dalam perjalanan menuju ke Samalona. Dalam gambar itu, ada juga Kepala Bagian Protokol Pemprov Sulsel Amson Padolo.
Dikonfirmasi seputar itu, Hayat membantah jika dirinya ikut ke Pulau Samalona mendampingi gubernur. “Tidak. Saya tidak ke Samalona. Tidak berangkatka saya tadi (kemarin),” kelitnya.
Dia mengklarifikasi jika dirinya hanya sampai di pelabuhan (dermaga) pemberangkatan menuju Samalona. Itu pun kehadirannya di sana cuma sebentar.
Lebih jauh dia mengatakan, pada kesempatan itu dirinya juga tidak sempat berbincang-bincang dengan gubernur karena jaraknya dengan mantan Bupati Bantaeng dua periode itu agak jauh.
Dia berharap kehadirannya di sana jangan disalahartikan, karena bisa resistensi terhadap pandangan orang. “Nanti orang bilang ada kaitan (dengan pendaftarannya pada seleksi sekprov), padahal tidak ada kaitan,” tandasnya.
Belum Ada di Pemkot
Hingga kemarin, belum ada satu orangpun yang mendaftarkan dirinya sebagai calon sekretaris kota (sekkot) Makassar. Padahal pendaftaran akan berakhir tiga hari lagi, yakni Rabu (12/12).
Sebelumnya, Sekretaris BKD Kota Makassar Basri Rakhman memprediksi bahwa akan banyak yang mendaftar pada H-3 pendaftaran. Namun hingga kini satupun belum ada yang mendaftar.
Saat dihubungi kembali pada Minggu (9/12), Basri hanya mengatakan memang semestinya H-3 biasanya sudah berbondong-bondong yang mendaftar. Namun karena kemarin adalah hari libur, makanya ia mengatakan mungkin saja baru akan ada pendaftaran pada Senin (10/10) hari ini.
“Biasanya memang kalau pendaftaran begini ramaminya H-3. Tapi karena libur, mungkin besok (hari ini) baru banyak yang mendaftar,” katanya.
Walaupun belum ada yang mendaftar, namun dikatakan Basri sudah ada yang mengesahkan berkasnya. Dua di antaranya berkasnya telah sah. Serta ada beberapa pimpinan SKPD lainnya yang juga melakukan pengesahan berkas, dan berkasnya hampir sah.
“Beberapa orang yang mungkin akan mendaftar, karena berkasnya juga baru akan disahkan. Tapi sudah ada dua yang berkasnya sah. Satu tidak saya tahu, karena anggotaku yang urus. Saya belum dikasih tau. Yang satu lagi, Kadis PU Makassar. Beliau sudah mengesahkan SK-nya,” jelas Basri.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PU Kota Makassar Ansar mengatakan jika dirinya hingga kini memang belum melakukan pendaftaran. Untuk pengesahan berkasnya sendiri, Ansar juga mengatakan jika dirinya belum mengetahui apakah memang telah disahkan.
Ia menambahkan, untuk persoalan pengesahan berkasnya, ia menyerahkannya kepada BKD. “Untuk lebih lanjutnya, tanyakan saja ke BKD soal pengesahan berkas. Tapi untuk saat ini, saya belum mendaftar,” ucap Ansar. (rhm-nug/rus/c)
