GOWA, BKM — Senin (10/12) pukul 07.30 Wita. Hari masih pagi di Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Seorang warga bernama Saharuddin Dg Kulle (50) bertandang ke rumah tetangganya Nuryati Dg Ngai.
Dg Kulle menanyakan bambu yang dipakai Dg Ngai. Setelah itu, Kulle keluar dari dalam rumah. Tepat di depan rumah Nurhayati, Suaib Dg Bate (32) muncul. Ia bertemu dengan Dg Kulle.
Saat itu juga keduanya langsung terlibat perkelahian. Kedua belah pihak sama-sama terluka. Dg Kulle mengalami luka pada lengan sebelah kiri dan punggung. Sedang Dg Bate terluka di tangan sebelah kiri.
Perkelahian berlangsung di kompleks perumahan BTN Sarindah, Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang. Perkampungan warga tempat tinggal Dg Kulle dan Dg Bate yang masih bertetangga, memang berada tak jauh dari kompleks perumahan Sarindah.
Saat itu, seorang warga lain bernama Juma Dg Sanre berhasil melerai keduanya. Selanjutnya Dg Kulle dilarikan ke Puskesmas Pattalassang dengan menggunakan sepeda motor miliknya.
Di tengah perjalanan menuju puskesmas, Dg Sanre menyerahkan Dg Kulle kepada anak korban. Sesampainya di Puskesmas Pattallassang, korban langsung ditangani oleh pihak puskesmas.
Selang beberapa menit kemudian, pihak dari keluarga Suaib Dg Bate mendatangi puskesmas. Sedikitnya ada delapan orang yang datang. Mereka langsung menyerang Dg Kulle yang sementara menjalani perawatan.
Diserang seperti itu, Dg Kulle tak bisa mengelak. Ia mengalami luka robek di bagian perut hingga ususnya keluar. Lengan sebelah kirinya juga terpotong.
Usai dibantai ramai-ramai, korban sempat lari keluar ruangan UGD. Namun, di depan ruangan tersebut Dg Bate menebas korban pada bagian leher sebelah kiri. Karena lukanya cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf Gowa. Namun dalam perjalanan nyawanya tak tertolong. Dg Kulle mengembuskan nafas terakhirnya.
Hasil pemeriksaan di RSUD Syekh Yusuf, didapatkan hasil bahwa korban Dg Kulle mengalami luka terbuka pada kepala bagian belakang sampai ke depan bagian pelipis. Luka terbuka pada pipi kanan ukuran panjang 8 x 6 cm kedalaman 2 cm. Luka terbuka pada punggung kiri panjang 10 x 7 cm dengan kedalaman 5 cm. Tangan kiri terputus. Luka terbuka pada bagian perut dengan usus keluar. Luak terbuka pada leher belakang setengah lingkaran ukuran 17 x 15 cm, kedalaman 4 cm. Luka terbuka pada punggung kanan ukuran 10 x 15 cm kedalaman 5 cm. Luka terbuka pada punggung bagian atas ukuran 30 x 10 cm kedalaman 5 cm.
Setelah kejadian tersebut, para pelaku penganiayaan melarikan diri bersama-sama. Diduga motif dari kejadian tersebut dendam lama. Suaib bersama seorang saudaranya dalam pencarian petugas kepolisian dan Kodim 1409 Gowa.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi, kemarin mengatakan, saat ini kasus tersebut ditangani Polsek Bontomarannu.
“Awal kejadian pukul 07.30 Wita. Warga melaporkan ke Bhabinkamtibmas setempat tentang perkelahian antara Dg Kulle dengan Dg Bate di dalam kompleks BTN Sarindah. Dalam perkelahian itu Dg Kulle terluka. Kemudian personel Polsek Bontomarannu mendatangi TKP dan mengumpulkan saksi serta bahan keterangan lainnya. Tapi korban sudah tidak berada di TKP, karena telah dibawa ke Puskesmas untuk perawatan. Ternyata pelaku juga mendatangi Puskesmas. Di situlah terjadi serangan kedua hingga korban Dg Kulle meninggal di luar puskesmas,” jelas AKP Mangatas Tambunan membeber kronologis kejadian.
Menyusul peristiwa ini, pihak kepolisian telah mengamankan TKP dan memasang police line. Olah TKP dipimpin Kapolsek Bontomarannu AKP Robert Naro dan Kapolsubsektor Pattallassang bersama tim identifikasi Polres Gowa. ”Korban sebenarnya telah kami evakuasi ke RSUD Syekh Yusuf guna mendapatkan perawatan medis. Namun dua sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dirujuk ke RSU Bhayangkara untuk dilakukan otopsi,” jelas AKP Mangatas.
Setelah kejadian, kondisi keamanan di lokasi kejadian dijaga aparat kepolisian. Petugas Polsek Somba Opu melakukan pendekatan persuasif ke keluarga korban yang berada di Dusun Lamuru, Desa Sunggumanai (perbatasan Kecamatan Somba Opu).
Kapolsek Bontomarannu AKP Robert Naro melakukan pengamanan di rumah pelaku di Dusun Japing (tetangga Dusum Lamuru) guna mengantisipasi konflik baru antara dua pihak.
“Kami imbau masyarakat untuk percayakan penanganannya kepada Polres Gowa. Polisi tidak mentolerir aksi kekerasan seperti ini. Kami minta masyarakat, terutama keluarga korban untuk tidak mudah terprovaksi dengan kasus ini. Penyidik akan bertindak cepat dan tegas dalam penegakan hukum yang profesional,” tandas AKP Robert Naro.
Informasi dari warga setempat, peristiwa sadis ini diduga dipicu dendam lama. Seorang anak dari pelaku terbunuh dalam sebuah peristiwa yang berlangsung empat tahun silam. Tak ada yang tahu siapa pelaku pembunuhan kala itu.
Entah kenapa, pihak keluarga Dg Bate mencurigai almarhum Dg Kulle memiliki keterlibatan dalam pembunuhan anaknya tersebut. Hingga akhirnya terjadilah peristiwa berdarah, pagi kemarin. (sar/rus)
Dendam Lama, Habisi Tetangga di Puskesmas
