MAKASSAR, BKM– Pada tahun 2018 jumlah desa di Sulawesi Selatan (Sulsel) sebanyak 3.024. Sebanyak 1.967 berstatus desa berkembang dan 167 desa lagi masih menjadi desa tertinggal selebihnya sudah mandiri.
Menurut Kepala Bidang Statistik Sosial Sulsel,Faharuddin mengatakan, pendataan potensi desa (Pordes) 3 kali dalam 10 tahun ini mencatat administarasi pemerintah setingkat desa yang sudah mampu mandiri baru mencapai 120 desa, sedangkan untuk yang masih tahap berkembang sebanyak 1.967 desa.
“Kalau desa tertinggal kita itu, sudah berkurang memang tapi masih tersisa sebanyak 167 desa. Untuk kategori desa tertinggal hampir semua kabupaten merata, tapi belum ada data pasti mengenai kabupaten mana saja yang masih ada desa tertinggalnya. Mungkin selanjutnya kami akan rilis lagi ini baru provinsinya saja,” ungkapnya saat melaporkan hasil rilis di Gedung BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Senin (10/12).
Lanjutnya bahwa, rata-rata Indeks Pembangunan Desa (IPD) di tahun 2018 menunjukkan perbaikan status desa, bila dibandingkan perhitungan di tahun 2014 lalu. Sudah ada 123 desa tertinggal yang sudah berkurang dan desa mandiri bertambah sebesar 90 desa.
“Selama kurung waktu 10 tahun ini Sulsel memang betul-betul mengalami kemajuan. Desa tertinggal berkurang tahun 2014 itu desa tertinggal ada sebanyak 290 desa tapi sekarang tinggal 167, kalau desa yang berkembang itu tidak terlalu signifikan bertambahnya hanya di desa mandiri yang bertambah dari 29 desa saja yang mandiri, sekarang sudag 119 desa,” jelasnya.
Indikator menilai hal itu terukur dari indeks komposit perkembangan desa tertinggal dari skala 0-50, desa berkembang dari skala 50-75 dan desa mandiri skala 75 keatas. “Jadi memang kita lihat ini, perkembangan desa banyak dipengaruhi tingginya tranportasi yang masuk sebesar 89,95 persen dan Penyelenggaraan pemerintah desa 76,76 persen,” tuturnya.
Sedangkan perkembangan desa dengan kenaikan yang kecil ada pada pelayanan dasar yang baru mencapai 1,33 persen dengan dua variabel yaitu pelayanan pendidikan dimana ketersediaan dan kemudahan akses sekolah dari tingkat TK hingga SMA masih sedikit. Kedua tingkat pelayanan kesehatan ketersediaan dan kemudahan akses rumah sakit, puskesmas, tempat praktik dokter hingga Apotek sangat minim. (ita)
Angka Desa Tertinggal Masih Tinggi
