MAKASSAR, BKM — Sebuah rumah di kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Jalan Kejayaan Blok K dikepung oleh beberapa pria bersenjata, Senin malam (10/12). Tak lama berselang, keluarlah seorang lelaki yang mengenakan baju kaus warna hijau. Tangannya terborgol. Ia kemudian dinaikkan ke sebuah mobil dalam pengawalan petugas kepolisian.
Pria bersenjata yang melakukan penangkapan adalah Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel. Mereka dipimpin Ipda Artenius MB. Sementara yang ditangkap adalah Saleh Dg Naba (38). Pria berkepala plontos ini beralamat di Kampung Japing, Kabupaten Gowa.
Sebelumnya, pada Senin pagi (10/12) ia terlibat dalam pembunuhan korban bernama Dg Kulle di Puskesmas Pattallassang. Dg Naba kemudian menjelaskan ikhwal keterlibatannya dalam peristiwa berdarah itu.
Bermula ketika dirinya didatangi oleh lelaki bernama Syamsuddin. Ia menyampaikan bahwa lelaki Bate mengalami luka tusukan pada tangan kirinya. Pelakunya adalah Dg Kulle.
“Sebelumnya, antara Kulle dan Bate terlibat perkelahian. Tangan kiri Bate terluka akibat mendapat luka tusukan Kulle. Hanya itu yang saya tahu, Pak,” ungkap Saleh.
Panit Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius mengungkapkan, diduga ada dua orang yang melakukan pembantaian hingga menewaskan Dg Kulle. Yakni Suaib Dg Bate yang berprofesi sebagai petugas pengamanan kompleks Perumahan Bumi Sarindah. Ia beralamat di Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang. Serta saudaranya yang seorang oknum TNI berpangkat pelda. Dia juga beralamat di Dusun Japing, Desa Sunggumanai.
”Setelah kejadian, mereka berboncengan tiga melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor milik Suaib Dg Naba. Mereka berada di sebuah rumah di BTP. Kami hanya memback up untuk mengejar pelaku,” ujar Ipda Artenius, kemarin.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi, kemarin sore membenarkan jika terduga pelaku Suaib Dg Bate dan Dg Naba telah diamankan sejak Senin malam. ”Iya, keduanya sudah diamankan. Sekarang dalam proses pemeriksaan penyidik,” jelas AKP Mangatas Tambunan.
Dihubungi terpisah, Kepala Penerangan Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Alamasyah, mengakui jika Peltu Syamsuddin Dg Sissing telah dalam penanganan Kodim 1409. ”Dari hasil pemeriksaan pihak Kodim, dia (Peltu Syamsuddin) mengaku tidak terlibat dalam pembantaian yang dilakukan adiknya,” ujar Alamasyah.
Menurut Syamsuddin, dia datang ke puskesmas karena dikabari warga bahwa Dg Bate menyusul korban. Tapi sesampai di puskesmas, korban Saharuddin Dg Kulle telah terkapar. Karena takut diserang keluarga korban, maka Peltu Syamsuddin ikut pergi saat adiknya meninggalkan lokasi.
Jenazah almarhum Saharuddin Dg Kulle yang dibantai di ruang UGD Puskesmas Pattallassang, telah dimakamkan oleh pihak keluarga, Selasa (11/12) pukul 10.00 Wita. Ia dikuburkan di kampung orangtuanya Dusun Parang Malengu, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Giwa.
Histeris kedua anak korban, Adi dan Junaria mewarnai prosesi pemakaman. Almarhum Dg Kulle memiliki tiga anak. Yakni Junaria, Syamsuddin dan Adi. Syamsuddin sudah meninggal dunia. Begitu pun istrinya, Basse Dg Ngugi telah berpulang sejak 2016.
Selama ini korban Dg Kulle hanya tinggal berdua dengan Adi yang sudah tamat SMA di Dusun Japing, Pattallassang. Junaria sudah menikah dan berdomisili di Kampung Sampulungang, Takalar.
Anak-anak almarhum tak ada yang bicara. Mereka hanya bisa menangis hingga jasad ayahnya ditimbun tanah merah.
“Almarhum hanya tinggal berdua dengan Adi, anaknya yang bungsu. Anak pertamanya Junaria sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Sampulungang. Kalau anaknya yang kedua, Syamsuddin sudah meninggal. Istrinya juga sudah meninggal,” jelas Dg Bundu, kerabat korban yang turut mengantar almarhuim ke pemakaman.
Hingga Selasa siang ini, rumah pelaku pembantaian yang ada di Dusun Japing dan Dusun Lamuru dijaga ketat personel kepolisian Polres Gowa. Rumah tersebut kini dalam kondisi kosong tak berpenghuni. Sesaat setelah kejadian, keluarga Dg Bate telah meninggalkan rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Iya, pascakejadian rumah pelaku dijaga ketat. Penjagaan ini dilakukan untuk antisipasi kemungkinan adanya pergerakan dari pihak keluarga korban,” jelas Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan.
Selain rumah pelaku, personel kepolisian juga melakukan pengamanan saat prosesi pemakaman almarhum.
Sehari sebelumnya, usai menjalani otopsi di RS Bhayangkara, Makassar, jenazah Dg Kulle disemayamkan di rumah duka di Dusun Japing, Pattallassang. Pemulangannya diantar Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa. Bahkan Wakapolres turut membantu warga mengangkat tandu mayat ke rumah duka yang tiba malam.
“Sebisa mungkin kami selalu berupaya untuk hadir di tengah masyarakat membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Dan yang terpenting, pengamanan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” terang Wakapolres. (ish-sar/rus)
Dua Pelaku Pembunuhan di Puskesmas Ditangkap
