Site icon Berita Kota Makassar

Bertanggungjawab Jika Ada Pengguna Parkir yang Kabur

PENUH suka dan duka ketika menjalani pekerjaan seperti Operator Parkir. Apalagi Marlina telah menjalani pekerjaan ini sejak 2012 lalu. Sejak enam tahun berjalan menjalani pekerjaannya, ia tetap bersyukur.

Laporan: NUGROHO

Selain dari para pengguna parkir yang memarahinya karena diminta memperlihatkan STNK, duka lain yang kerap ia rasakan adalah para pengguna parkir yang kabur. Tarnyata banyak diantara pengguna parkir di Lapangan Karebosi yang menerobos operator, dan tak membayar parkir.
Memang parkir disana memiliki palang pintu otomatis di operator parkir. Namun tak jarang juga biasa palang pintu itu mengalami kerusakan, jadi terkadang terbuka. Disaat palang pintu otomatis itu rusak, disitulah biasa para pengguna parkir yang tak bertanggung jawab melaksanakan aksinya.
“Deh banyak itu biasa yang kabur langsung. Biasa disini rusak ki, jadi biasa terbuka. Orang lain biasa bayar saja, tapi ada beberapa orang itu yang biasanya na manfaatkan ki kesempatan. Dia langsung kabur,” katanya.
Kalau sudah terjadi seperti itu, maka yang menanggung kerugian adalah Marlina. Jadi kalau ada seseorang yang tak membayar, maka dirinya lah yang mengganti sesuai dengan tarif yang dikenakan di pengguna parkir.
“Iya kalau begitu mi, kita yang ganti. Mereka soalnya kan sudah ambil struk parkir sebelumnya, nah itu yang terdeteksi. Makanya kalau ada yang ndak bayar, saya yang bayarkan,” tambahnya.
Marlina mulai datang ke tempat kerjanya pada sore hari. Tepat pukul 15.00 dirinya talah harus ada di tempatnya mengoperasikan parkir. Pulangnya malam, sekitar pukul 23.00. Bahkan biasa sampai tengah malam karena menunggu para pengguna parkir pulang semua.
“Jam 11 malam pulang ma, tapi biasa juga sampai jam 12 lebih. Karena tunggui dulu pulang semua orang disini yang parkir toh,” ucap Marlina.
Hal ini pun telah dilakukannya tiap hari selama kurang lebih enam tahun belakangan sejak ia bekerja. Kadang juga ia was-was karena harus pulang larut, namun ia mengatakan jika itulah resikonya, ia tak mempersoalkan karena pekerjaannya memang seperti itu.
Suatu saat nanti, Marlina pun bercita-cita ingin memiliki usaha sendiri untuk kemudian berhenti bekerja. Ia ingin sekali mendirikan toko kecil hingga menjual air galon. Bukan hanya ia pikirkan, saat ini pun ia sedang merintisnya sedikit demi sedikit.(b)

Exit mobile version