GUNTING, silet, dan korek gas adalah alat yang wajib disediakan Alex untuk memasang stiker-stiker kendaraan biker yang datang membeli di tempat jualan stikernya di jalan Poros Makassar-Gowa, Hertasning Baru.
Laporan: ARIF AL QADRY
Jualan stiker di tepi jalan tersebut sudah dilakoni Alex selama sepuluh tahun. Semua stiker yang dijual pria kelahiran Gowa, 9 September 1990 terpajang di bawah pohon dengan cara diikat menggunakan tali serta dibungkus plastik bening.
Pengendara sepeda motor maupun mobil yang datang ke tempat jualan stiker Alex, dapat dengan bebas memilih-milih stiker yang unik sesuai selera. Sementara pembeli yang ingin dipasangkan juga bisa. Pemasangan stiker di tempat Alex sama sekali tidak ada biaya tambahan alias gratis.
“Alat untuk pasang stiker body cukup sederhana ji, cuma korek gas, gunting dan silet. Kalau ada yang minta untuk dipasangkan, saya pasangkan dan itu gratis beda dengan tempat-tempat jualan stiker lain yang ada biaya untuk pemasangan stiker. Disini kami gratiskan,” kata Alex ke penulis.
Berjualan stiker kendaraan di tepi jalan poros Makassar-Gowa ini mulai dilakukan Alex ketika masih bersekolah di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dan saat itu masih gabung bersama temannya. Namun setelah cukup mendapatkan pengalaman, ia memutuskan berdikari tuk jualan stiker.
“Sudah 10 tahun mi jualan stiker terhitung waktu masih gabung atau ikut dengan temanku. Dua tahun bersama, saya berdiri sendiri jualan stiker dibantu sama teman yang bertugas melayani kalau ada pembeli datang dan sampai sekarang bertahan,” tambahnya.
Harga stiker yang dijual Alex paling murah seharga Rp4 ribu, dan paling mahal seharga Rp85 ribu. Harga stiker dijual sesuai dengan ukurannya. Semakin besar, harga stikernya semakin mahal dan biasanya untuk body pada kendaraan sepeda motor.
“Paling banyak yang datang beli dari pengendara motor. Biasanya untuk body motornya dan aksesoris tambahan di motornya. Stiker mobil banyak, tapi jarang ada yang pesan singgah,” akunya. (arf)
