MAKASSAR, BKM — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail mengajak masyarakat agar menjaga pola hidup dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Hal ini disampaikan di acara sosialisasi edukasi Makassar Cancer Care Community (MCCC) di Baruga Anging Mammiri, Rujab Walikota Makassar, Kamis (13/12/2018).
Indira mengatakan, penyebaran informasi kesehatan melalui media massa perlu dilakukan di era globalisasi ini. Mengingat pilihan gaya hidup termasuk makanan yang sifatnya gorengan mulai menjamur di masyarakat.
“Kita tidak mau bangsa ini sakit, kenapa MCCC buat acara ini khususnya di kota Makassar supaya kita dan masyarakat sadar agar tidak boleh makan daging yang berlebihan,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu penyebab kanker kolorektrol dari makan istan yang dikonsumsi setiap hari.
“Masyarakat bisa sadar dan bisa berubah dengan hidup yang sehat, menjaga pola makan, sekarang kan bayak restoran enak memang tapi setelahnya itu bayak sekali penyakitnya dan saya sudah rasakan itu,” ungkapnya.
Untuk itu, Indira menilai masyarakat harus mempelajari tentang kesehatan, agar mereka bisa mengontrol kesehatan secara alami.
“Setiap orang harus cukup pengetahuan soal kesehatan, untuk bisa menjaga kesehatannya dengan baik,” ucap Indira.
Sementara itu, Ketua MCCC Makassar, Nurlina Zubair mengatakan, sebagai komunitas yang mengedukasi masyarakat tentang kanker kolorektal (usus besar).
MCCC mengapresiasi program jaminan kesehatan nasional dalam menyerukan pentingnya pertahankan akses kemoterapi bagi penderita kanker kolorektal.
Nurlina mengatakan, pasien kanker kolorektal merupakan jumlah terbanyak keempat setelah kanker payudara, serviks dan paru.
MCCC berusaha secara konsisten melakukan kegiatan edukasi termasuk kerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan kanker kolorektal.
“Banyak penderita kanker kolorektoral datang saat stadium lanjut, kita di MCCC menekankan pentingnya akses pengobatan kanker sesuai standar kedokteran agar kesintasan dan kualitas hidup pasien meningkat,” kata Nurlina.
Berdasarkan data Globocan 2018, jumlah kasus baru kanker kolorektal mencapai 30.017. Penyebab tersebut kata Nurlina, merupakan penyabab kematian terbesar untuk pria dan ketiga terbesar untuk penderita perempuan.
“Jika terdeteksi dini, 90 persen pasien bisa disembuhkan, sayangnya di Indonesia sebagian besar terlambat terdiagnosa. Sebanyak 25 persen pasien kanker kolorektal ditemukan pada stadium lanjut. Oleh sebab itu, sangat penting memastikan adanya akses terhadap pengobatan yang sesuai dengan standar kedokteran agar pasien bisa hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang lebih baik,” ucap Nurlina. (*)
