MAKASSAR, BKM — Puluhan pemerhati dan penggiat anti korupsi, yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Pengawal Transparency Hukum, melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel, Kamis (13/12/2018).
Mereka menuntut dan mendesak penyidik Polda Sulsel, agar menyeret pejabat yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dana Bimtek (Bimbingan Teknis), legislator DPRD kabupaten Enrekang tahun anggaran 2015-2016.
Sebab mereka menganggap, penanganan kasus tersebut diduga terkesan tebang pilih.
“Kami mendesak pihak Polda untuk menyeret pejabat lain yang juga ikut terlibat dalam kasus ini,” tegas Nakumi, dalam orasinya.
Sebab ia menduga kuat, dalam kegiatan Bimtek tersebut, ada sejumlah pejabat yang ikut terlibat. Namun faktanya sejauh ini penyidik hanya menyasar sebagian kecil, pejabat dalam kasus ini.
“Akan tetapi apa yang dilihat sungguh berbanding terbalik dengan apa yang menjadi cita cita, kita dalam memerangi dan memberantas korupsi,” ungkapnya.
Mengapa tidak, hingga saat ini tersangka yang ditetapkan hanya empat orang saja dalam kasus ini. “Padahal kami menduga kuat kasus korupsi Bimtek tersebut banyak melibatkan legislator DPRD Enrekang. Tentunya saja hal demikian tidak dapat kita diamkan begitu saja,” kilahnya.
Olehnya itu kami menyatakan sikap secara tegas, mendesak pihak polda sulsel, untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Bimtek DPRD Enrekang tanpa tebang pilih.
Kami juga kata Nakumi, agar penanganan kasus ini, pihak Polda harus transparan. Tidak main main, dalam menuntaskan kasus ini. (mat)
