BARRU, BKM — Progres pembangunan gedung SMPN 2 Mallusetasi berjalan lambat. Proyek bernilai Rp 4 milyar ini terancam tak selesai tepat waktu. Secara fisik pekerjaan, sarana baru berkisar 60 persen.
Padahal yang dibangun dalam fasilitas sekolah tersebut terdiri dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan hingga ruang perkantoran yang diinisiasi dibangun setelah sebagian dari gedung sekolah masuk dalam proyek pembangunan rel kereta api.
PPK Disdik Barru, Zaenal Abidin Kamis (13/12) tak menampik adanya kemungkinan keterlambatan perampungan dari pembangunan sarana gedung SMPN 2
“Progres pengerjaan proyek bangunan baru 60 persen. Sementara periode Desember 2018 sebagai batas akhir dari perampungan sudah hampir dipenghujung. Setelah dilakukan pengawasan dan pengecekan, diperkirakan 99 persen dari pembangunan ini tidak bisa selesai tepat waktu. Jadi rekanan proyek ini terancam denda Rp 4 juta perhari, “pungkas Zaenal.
Hanya saja Zaenal enggan membeberkan identitas rekanan yang mengjerjakan proyek tersebut. Zaenal mengaku akan berkonsultasi dengan pihak TP4D Kejari Barru.
“Nama perusahaan saya tidak hafal. Apalagi saya sudah diluar kantor. Tunggu bagaimana perkembangan terakhir. Apakah memungkinkan diberikan waktu perpanjangan masa kontrak atau bagaimana, hal tersebut belum bisa dipastikan ,”jelasnya..
Kadis Pendidikan Kabupaten Barru, Dr Abustan AB yang dikonfirmasi sehari sebelumnya di ruang kerjanya menyatakan pihaknya sudah mengingatkan semua rekanan yang bekerja proyek dilingkup Disdik harus merampungkan pekerjaannya tepat waktu. (udi/C)
Proyek Senilai Rp 4 M Terancam Molor
