Site icon Berita Kota Makassar

PSC 119 Bekali Relawan DSB

GOWA, BKM — Komunitas Public Safety Centre (PSC) 119 RSUD Syekh Yusuf Gowa menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk Desa Siaga Bencana (DSB). Dibentuknya DSB ini sebagai upaya tanggap darurat di beberapa wilayah rawan bencana. Hal itu dilakukan, sebab Gowa merupakan salah satu kabupaten rawan bencana baik itu longsor, angin kencang, dan banjir. Untuk lebih responsif terhadap segala bentuk ancaman bencana, para pejuang kemanusiaan Pemkab Gowa di bawah naungan Dirut RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr Salahuddin, membuat DSB tersebut sebagai langkah tindakan tanggap gawat darurat.
”Kami menggandeng BPBD ini karena memang terkait dengan kebencanaan alam. Jadi area kerjanya memang kesitu. Kita bentuk DSB ini di Desa Bilibili, Kecamatan Bontomarannu,” jelas Salahuddin.
Dikatakan, PSC 119 Gowa terus melakukan pembekalan bagi relawan khususnya yang ada di desa rawan bencana. ”Intinya, dalam DSB ini kita bentuk desa siaga bencananya lalu kita bekali para relawannya dengan berbagai pengetahuan terkait kegawatdaruratan,” kata Dirut RSUD Syekh Yusuf ini.
Fasilitator PSC 119, Rahman Rewa, mengatakan, melalui pembekalan ini diharapkan masyarakat bisa melakukan tindakan darurat minimal dapat menolong dirinya sendiri jika terjadi bencana.
”Jadi sebelum ada petugas medis datang, relawan bisa langsung menolong diri atau orang lain yang terkena bencana,” kata Rahman Rewa.
Sementara Kepala BPBD Gowa Ikhsan Parawansa mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya DSB yang ditunjuk PSC 119 Gowa. Hal ini jelas memberikan dampak positif khususnya kepada kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan.
Ikhsan mengatakan, DSB ini merupakan bagian dari program Destana (Desa Tangguh Bencana) yang dicetuskan Pemprov Sulsel tahun 2018. Tugas pokok dan fungsi para relawan dalam DSB ini adalah masyarakat relawan tersebut diberi pemahaman tentang bagaimana menangani pengungsi, dapur umum, dan selter serta penanganannya. (sar/mir)

Exit mobile version