MAKASSAR, BKM — Mutasi besar-besaran dilakukan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto di akhir tahun 2018. Sebanyak 149 pejabat mengalami pergeseran.
Terdiri dari 15 eselon II untuk pejabat tingkat pratama, 50 eselon III atau administrator, dan 84 eselon IV pada tingkat lurah. Pelantikan mereka dilaksanakan di Centerpoint of Indonesia (CoI), Jumat sore (14/12).
Dari mereka yang digeser, delapan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ‘diparkir’ oleh Danny. Masing-masing Asisten III Takdir Hasan Saleh. Kepala Arsip Nadjmah Emma. Kepala DPKP Fathur Rahim. Kepala Kominfo Ismail Hajiali. Kepala Dinas Sosial Muhtar Tahir. Kepala Dinas Kebudayaan Andi Bau Sawah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Muhammad Rusly. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik H Jamaing.
Dalam sambutannya, Wali Kota Danny mengatakan bahwa
kabinet yang dibentuknya sekarang akan mewujudkan tekad pemerintah kota selama ini. Yaitu mampu mewujudkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga Rp3 triliun.
“Ini tim yang saya siapkan untuk pendapatan kita yang lebih baik. Sebuah kabinet yang akan mampu mewujudkan tekad kita. Bersama KPK, kejaksaan, kepolisian, menuju PAD Rp3 triliun. Rp1 triliun sudah bisa kita dapatkan sampai saat ini. Tinggal sisanya kita kejar,” katanya optimistis.
Danny mengharapkan produktivitas semua jajaran barunya. Baginya, kekompokan team work yang kuat akan bisa mengubah Kota Makassar ini menjadi lebih baik.
“Bekerjalah dengan ikhlas. Saya selama ini memang mencari pekerja yang baik. Hari ini jangan membuat kita cepat puas. Kita bisa lebih bagus. Insyaallah tugas ini menjadi amanah. Buktikan dedikasi kita,” tegasnya.
Kepada pejabat yang dinobjobkan olehnya, Danny mengimbau kepada mereka untuk tidak kecewa menerima keputusan. Sebab ia masih memberikan mereka kesempatan untuk mengikuti lelang jabatan untuk mengisi jabatan lowong nantinya.
Untuk itu, dirinya berjanji akan melakukan mutasi gerbong kedua. Mutasi ini guna mengisi jabatan lowong tersebut.
“Setelah ini, akan ada lelang jabatan selanjutnya. Setelah lelang akan ada mutasi gerbong kedua. Hal ini untuk mengisi jabatan lowong ini,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Ismail Hajiali mengaku tidak menerima undangan pelantikan seperti pejabat lainnya. Karena itulah ia tidak hadir.
Selain itu, ia yang tidak lagi mendapat jabatan alias nonjob, sampai sekarang belum diketahuinya secara resmi. Penyampaian belum diterimanya secara langsung.
”Saya tidak tahu dinonjobkan. Kalau undangan memang saya tidak dapat. Kalaupun memang benar saya dinonjobkan, mau apa lagi. Semuanya tergantung Pak Wali Kota. Saya terima saja apa yang menjadi keputusan. Ini sementara saya cari tahu apakah benar nonjob atau tidak. Belum ada penyampaian resmi juga,” ujarnya malam tadi.
Danny ‘Parkir’ Delapan Kepala OPD
