MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar menyambut positif langkah Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, yang telah memberikan jaminan sosial kepada nelayan di pesisir Kota Makassar.
Berdasarkan data DJPT, realisasi Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) dalam tiga tahun terakhir, Kota Makassar telah mengcover sebanyak 4.726 orang nelayan. Sedangkan untuk asuransi nelayan mandiri, tercatat 97 nelayanan per November 2018.
“Kita tentu apresiasi kunjungan kerja Kementrian Kelautan dan Perikanan, apalagi ada jaminan sosial. Artinya apa apa nelayan dijamin keamanannya,” kata Asisten II Pemkot Makassar Andi Irwan Bangsawan usai menerima Kunjungan Kerja Kementrian Kelautan dan Perikanan Bersama Komisi IV DPR-RI di Anjungan Pantai Losari, Minggu (15/12).
Selain jaminan sosial, kelompok nelayan juga mendapatkan bantuan kapal dan alat penangkap ikan dari DJPT. Irwan berharap bantuan itu dipergunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Bantuan kiranya dipergunakan baik-baik meskipun ada kelompok usaha nelayan tapi pemerintah akan melakukan pengawasan,” tambah Irwan.
Sementara Dirjen Perikanan Tangkap, M Zulficar Mochtar mengatakan, sumber daya ikan yang hidup di wilayah perairan Sulawesi Selatan memiliki tingkat keragaman hayati yang tinggi.
Kata Zulficar, di wilayah perairan laut provinsi terdapat beberapa jenis ikan bernilai ekonomi tinggi, yaitu 39% di antaranya adalah sumber daya ikan pelagis kecil dominan berupa ikan kembung, layang dan ikan teri.
“Sebanyak 24 persen adalah sumber daya pelagis besar termasuk di dalamnya adalah Tuna, Tongkol, Cakalang, Tenggiri dan jenis perikanan pelagis besar lainnya yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi,” ulasnya.
Selanjutnya 22 persen merupakan jenis sumber daya ikan demersal di antaranya ikan kakap merah, kue, lencam, peperek dan kurisi. Selebihnya adalah sumber daya ikan karang dan jenis udang-udangan.
“Khusus untuk kota Makassar, pada tahun 2016 mampu memberikan kontribusi sebesar 4 persen dari total produksi perikanan laut di Sulawesi Selatan, yaitu sekitar 12.989 ton senilai kurang lebih Rp262 milyar. Perikanan laut yang didukung 17.730 nelayan dan 4.606 armada kapal penangkap ikan” terangnya.(nug/war/c)
Pemkot Sambut Positif Jaminan Sosial ke Nelayan
