MAKASSAR, BKM — Panitia seleksi (pansel) lelang jabatan sekretaris provinsi (sekprov) Sulsel akan mengumumkan hasil tes kesehatan hari ini, Senin (17/12). Sebanyak 10 calon sudah mengikuti tahapan tes kesehatan selama dua hari, 13-14 Desember pekan lalu.
Ketua Pansel Prof Gagaring Pagalung menjelaskan, tim dokter yang melakukan sejumlah tahapan tes baru akan memberikan hasil pemeriksaannya hari ini.
“Hasilnya dari rumah sakit besok pagi (hari ini) disampaikan, dan siangnya diumumkan,” kata Prof Gagaring saat dihubungi BKM, Minggu (16/12).
Setelah melewati tahapan tes kesehatan, lanjut Prof Gagaring, calon yang dinyatakan memenuhi syarat alias lolos uji kesehatan, akan mengikuti tahapan assesment dan pembuatan makalah. Karena yang mendaftar hanya 10 orang, assesment atau wawancara personal akan dilaksanakan satu hari pada Selasa (18/12).
Setelah itu, mereka kembali harus mengikuti tahapan selanjutnya, yakni penulisan makalah. Dijadwalkan berlangsung Rabu (19/12).
Selanjutnya, pansel akan merumuskan dan merapatkan siapa-siapa saja yang berhasil lolos di tahapan asssment dan penulisan makassah.
Pansel akan bekerja selama sepekan sebelum mengumumkan calon yang lolos ke tahapan selanjutnya.
“Biasanya, pada tahapan ini, sudah ada yang gugur satu dua peserta,” ungkapnya.
Pada tanggal 26 Desember, pansel akan mengumumkan hasil assesment sekaligus melakukan proses wawancara akhir pada calon yang lolos.
Selanjutnya, pada 28 Desember, di mana batas akhir proses seleksi dilaksanakan, sudah ditentukan tiga nama dengan skoring tertinggi. Mereka akan diusulkan kepada gubernur untuk menjadi pertimbangan. Setelah itu, Gubernur Prof Nurdin Abdullah akan mengajukan tiga nama tersebut ke Kementerian Dalam Negeri untuk ditetapkan satu di antaranya sebagai sekprov Sulsel definitif.
Berbagai spekulasi berkembang menyikapi proses lelang sekprov yang berlangsung di Pemprov Sulsel.
Ada yang mengatakan jika sebenarnya lelang digelar sebatas formalitas belaka, karena sebenarnya Prof Nurdin Abdullah mengunci satu nama dari 10 calon yang mendaftar.
Namun Prof Gagaring menilai tidak melihat hal itu. Dia menegaskan, sepanjang proses yang telah berlangsung, semua berjalan secara profesional, independan, dan tanpa intervensi apapun dari gubernur maupun wakil gubernur. Termasuk pada tes kesehatan para calon sekprov.
Gagaring mengemukakan, untuk tahapan tersebut, pansel lelang sekprov malah tidak terlibat dan ikut campur di dalamnya.
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada tim dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Sisa hasilnya nanti yang akan kami terima,” ungkap Gagaring.
Seperti diketahui, Pemprov Sulsel membuka lelang jabatan untuk menempati posisi sekprov yang saat ini diisi oleh pelaksana tugas.
Pendaftaran dibuka sejak 26 November lalu dan tahapan seleksi berakhir 28 Desember mendatang.
Sepuluh calon yang mendaftar bertarung untuk memperebutkan jabatan strategis ini. Mereka adalah Sekkab Selayar Marjani Sultan. Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Abdul Hayat Gani. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulsel Jufri Rahman. Ketua Program Studi Matematika PPS UNM Prof Hamza Upu. Dosen IPDN Zubakhhrum Tjenreng.
Lima lainnya, yakni Kepala Dinas Pendidikan Irman Yasin Limpo. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Iqbal Suaeb. Akademisi Unhas Prof Burhanuddin Harafah. Mantan Sekkab Takalar Nirwan, dan terakhir Penjabat Sekprov Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo.
Lelang Sekkot
Sementara untuk lelang jabatan calon sekretaris kota (sekkot) Makassar, usai dilakukan verifikasi seleksi administrasi, tersisa enam dan delapan orang yang mendaftar. Dua di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh pansel untuk mengikuti tahap selanjutnya.
Mereka yang tidak memenuhi syarat adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar dr Hadija Iriani, dan Inspektur Inspektorat Zainal Ibrahim.
Sekretaris Badan Kepegawai KD Kota Makassar Basri Rakhman mengatakan, Kepala Bappeda Hadija Iriani dinyatakan tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya karena terkendala di batasan usia. Sedangkan Inspektur Inspektorat Zainal Ibrahim terhambat di kepangkatan.
Untuk peserta lelang yang melangkah ke tahap selanjutnya adalah mantan Kepala Dinas Pariwisata Rusmayani Madjid. Mantan Kepala Dinas Sosial Mukhtar Tahir. Mantan Kepala Dinas Perdagangan Andi Muhammad Yasir. Mantan Kepala DP2 yang saat ini menjabat Kadis Pendidikan Abd Rahman Bando. Mantan Kepala Dinas PM- PTSP Andi Bukti Djufri. Dan Kadis PU Muh Ansar.
“Iya, sudah ada pengumumannya. Dau pendaftar tidak memenuhi syarat. Hanya enam orang yang lolos ke tahap selanjutnya,” kata Basri yang dikonfirmasi, Minggu (16/12).
Enam kandidat calon sekkot yang memenuhi persyaratan admnisitrasi ini mengikuti tahap assesment centre di Universitas Negeri Makassar (UNM).
“Mereka sementara assessment di UNM. Hari ini (kemarin) terakhir. Berlangsung sejak kemarin (Sabtu),” kata Basri.
Tim assesor terdiri dari Staf Ahli Bidang Budaya Kerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Teguh Widjinarko selaku ketua pansel, perwakilan dari Pemprov Sulsel, dari kalangan akademisi, dan tenaga profesional lainnya.
Kata Basri, peserta yang mengikuti tahap assesment berlangsung selama dua hari sebanyak enam orang. Setelah itu, hari ini, Senin (17/12) dilanjutkan dengan penulisan gagasan. Sementara presentasi dan wawancara pada 20 Desember nanti.
Tiga terbaik akan diumumkan pada 21 Desember mendatang. Pansel nantinya akan memberikan hasil penilaian kepada pejabat pembina kepegawaian Pemkot Makassar, dalam hal ini wali kota. Setelah itu akan diajukan ke gubernur.
“Assesment berlangsung di UNM selama dua hari. Sebanyak enam orang telah mengikuti secara keseluruhan rangkaian proses tersebut,” jelasnya.
Mantan kepala DP2 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abdul Rahman Bando, menegaskan dirinya siap melanjutkan proses yang ada dalam lelang sekkot. Termasuk penulisan gagasan, yang menurutnya telah ia siapkan.
Hanya saja, Rahman belum bersedia membeberkan apa saja gagasan yang akan dipresentasekannya. Karena baginya, hal itu akan menjadi bagian strategi bagi masing-masing calon.
“Soal gagasan itu tentu menjadi strategi masing-masing calon. Jadi belum saatnya saya sampaikan sekarang. Biarkan saya paparkan dulu ke masing-masing assesor, baru kita bisa tahu apa ide-ide yang bisa diimplementasikan nanti,” imbuhnya.
Meski begitu, Rahman mengungkap garis besar gagasannya yang ada pada sisi inovasi. Inovasinya, kata Rahman, adalah semua ruang lingkup yang ada pada tupoksi sekkot. (rhm-nug/rus)
