SOPPENG,BKM–Bupati Soppeng, H.A.Kaswadi Razak menghadiri sekaligus memberi sambutan pada Festival La Galigo dan seminar internasional III di gedung pertemuan masyarakat Soppeng, Selasa (18/12/2018).
Kaswadi dalam sambutannya mengatakan, bahwa setelah 10 tahun, akhirnya Festival La Galigo kembali dilaksanakan. Itu artinya, kata Kaswadi, Kabupaten Soppeng sangat peduli dengan budaya.
“Kami di Soppeng sangat peduli dengan budaya. Ini fakta. Dan kami ingin Soppeng menjadi benteng kebudayaan di Sulsel, ” kata Kaswadi.
Kaswadi mengatakan, Festival La Galigo ini akan mewariskan kepada generasi-generasi yang akan datang karena masih ada sebagian besar naskah kuno yang belum diterjemahkan.
“Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Soppeng jangan menganggap festival ini adalah syirik. Ini merupakan festival budaya yang harus dilestarikan. Mudah-mudahan dalam acara festival ini mulai dari kirab, festival adat dan seminar sampai penutupan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” harap bupati.
Sementara itu, ketua panitia seminar, yang juga Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Prof Dr Rasyid Arba mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Soppeng yang membantu mensukseskan acara ini.
“Festival La Galigo ini memang sudah mendunia tapi belum masuk dalam Unesco. Ini merupakan PR buat kami dari Fakultas Ilmu Budaya,” katanya.
Acara Festival La Galigo yang berlangsung di Soppeng diikuti perwakilan 10 negara dan sejumlah budayawan nasional dan Sulsel. (sartono)
