RAHMAN Bando kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar. Beberapa program pun siap dilaksanakan demi pendidikan yang lebih baik di Makassar.
Program pertama yang akan mulai dilakukan oleh mantan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Makassar ini adalah mewujudkan program adiwiyata ke sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan disdik.
Ia ingin semua sekolah wajib menjadi sekolah adiwiyata dengan mulai menerapkan kepatutan kepada guru dan kepala sekolah untuk menanam minimal satu pohon di sekolah.
Menurutnya, sudah seharusnya kepala sekolah dan guru yang menjadi contoh dan penggerak awal bagi siswa untuk turut serta mewujudkan sekolah adiwiyata. Tak hanya sekadar menanam, ia ingin para guru dan kepala sekolah menjaga penghijauan itu secara berkelanjutan.
“Mereka ini kan contoh di sekolah. Jangan selalu anaknya yang diminta menjalankan program sementara guru-guru bahkan kepala sekolah tidak melakukan itu,” kata adik dari Bupati Enrekang, Muslimin Bando ini.
Rahman Bando menjelaskan, jika guru dan kepala sekolah yang bergerak akan ada panghijauan besar-besaran. Lalu akan berlanjut kepada siswa yang juga turut menanam satu pohon. Ketika semua berjalan dengan baik, maka bukan hal mustahil ketika semua sekolah bisa bergelar adiwiyata.
“Kita libatkan orang tua juga mendampingi anaknya. Lalu siswa masing-masing menanam satu pohon dan merawatnya sampai pendidikannya selesai. Ini bukan pekerjaan yang sulit karena dikerjakan bersama,” ungkapnya.
Selain itu, Rahman Bando juga akan mulai merancang penerapan sistem IT dalam proses administrasi. Dia ingin menekan jumlah kunjungan guru ke kantor dengan mewajikan segaka proses pelayanan administrasi melalui IT.
“Saya lihat kan masih serba konvensional. Kunjungan guru-guru ke kantor cukup tinggi. Dengan IT semuanya bisa mudah dan pastinya menekan angka pungutan liar yang dikabarkan terjadi,” terangnya.(nug/war/b)
Program Adiwiyata di Sekolah
