Site icon Berita Kota Makassar

14.285 Keping E-KTP Dimusnahkan

GOWA, BKM — Sebanyak 14.285 keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dimusnahkan jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros. Jumlah tersebut terbagi atas 10.505 keping di Kabupaten Gowa dan 3.780 keping di Kabupaten Maros.
Pemusnahan E-KTP ini dilakukan dengan cara dibakar dalam wadah drum. Untuk Kabupaten Gowa, pemusnahan berlangsung di halaman kantor Disdukcapil Gowa oleh Kepala Disdukcapil Gowa, Ambo bersama stafnya, Jumat (14/2). Sedangkan pemusnahan di Kabupaten Maros dipimpin Bupati Maros, HM Hatta Rahman bersama pihak Disdukcapil Maros di Lapangan Pallantikang Maros, Senin (17/12).
Kepala Disdukcapil Gowa, Ambo kepada Berita Kota Makassar, Minggu (16/12), menuturkan, jumlah E-KTP yang dimusnahkan ini adalah jumlah keseluruhan E-KTP rusak yang ada di Disdukcapil Gowa
Pemusnahan E-KTP invalid tersebut, kata Ambo, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan E-KTP di tengah masyarakat. Berdasarkan aturan Mendagri, pemusnahan E-KTP diubah dari semula dipotong menjadi dimusnahkan dengan cara dibakar.
”Jadi pemusnahan ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi E-KTP tercecer atau sengaja dibuang. Langkah ini harus diambil sebagai tertib administrasi. Dan pemusnahan itu kita BAP-kan,” jelas Kepala Disdukcapil Gowa ini.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Maros, Burhanuddin, mengatakan, E-KTP yang dimusnahkan ini merupakan E-KTP yang invalid, rusak, maupun habis masa berlakunya.
”Ini ada yang sejak tahun 2011, ada juga 2013 sebagian rusak, ada juga KTP pindahan. Kan kalau pindah itu KTP lama ditarik. Sebagian yang lain juga habis masa berlakunya,” ujar Burhanuddin.
Bupati Maros, HM Hatta Rahman yang langsung turut memusnahkan E-KTP invalid ini mengatakan, pemusnahan ini juga dalam rangka menyongsong Pemilu 2019. ”Walau memang sudah tidak bisa dipakai lagi, namun tetap kita musnahkan untuk menjamin data, agar lebih tertib, dan menjaga kondisi kondusif di tengah-tengah masyarakat menjelang Pemilu nanti. Jangan sampai tercecer kemudian ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan,” pungkas Hatta. (sar-ari/mir)

Exit mobile version