GOWA, BKM — Stunting jenis penyakit yang menyusutkan pertumbuhan fisik anak adalah satu penyakit yang harus dicegah secara dini para orangtua.
Cara mencegahnya adalah memperbaiki gizi anak dan menjaga kesehatan diri dan lingkungan anak dari penyakit-penyakit akibat lingkungan tak sehat.
Tak dipungkiri gizi buruk sangat mempengaruhi tumbuh kembang tubuh bahkan menghambat perkembangan kemampuan kerja otak hingga 30 persen.
Karena itu Pemerintah Kabupaten Gowa melalui berbagai sektor dan stakeholder bergerak bersama melakukan pencegahan dini stunting melalui program pengembangan kesehatan.
Selain memerangi stunting, pemerintah di Gowa juga menggencarkan pencegahan penyakit campak dan rubella melalui imunisasi measles rubella (MR).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan gencar mensosialisasikan soal bahaya stunting dan MR serta bahaya TBC.
Kali ini sosialisasi dilakukan bagi para kader PKK, kader kesehatan, kepala desa dan lurah se Kecamatan Bajeng yang terpusat di Baruga Tinggimae rujab Bupati Gowa, Rabu (18/12/2018) siang.
Priska hadir dalam kegiatan tersebut, didampingi Kadis PMD Gowa Muh Asrul, Camat Bajeng Muh Nasrun serta Ketua PKK Kecamatan Bajeng, Rahmawati Nasrun.
Priska mengatakan
stunting merupakan sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya.
“Penyebab anak stunting adalah faktor gizi buruk dan faktor penyakit bawaan lain seperti diare dan cacingan. Ada bahaya pasti ada pencegahan. Penyakit stunting memiliki dampak yang sangat buruk terlebih menghambat perkembangan otak anak dan menurunkan daya kemampuan anak sebanyak 30 persen dari anak yang normal,” kata Priska.
Karena itu Priska menegaskan, mengingat bahaya stunting begitu berdampak besar pada pertumbuhan anak maka perlu ada penanganan serius dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan agar tetap bersih.
Priska pun berharap agar seluruh pengurus dan kader PKK bersama masyarakat Bajeng berkomitmen untuk mencegah stunting sehingga pada tahun 2019 semua penderita stunting sudah terdeteksi dan segera ditangani. (saribulan)
