MAKASSAR, BKM — Pemerintah mulai mempersiapkan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Proses perekrutan dengan model P3K diprioritaskan untuk tenaga honorer yang sudah lama mengabdi di kantor-kantor pemerintah namun usianya diatas 35 tahun dan tidak bisa lagi mengikuti seleksi CPNS ke depan.
Menurut rencana, proses seleksi akan dibuka Januari 2019 mendatang.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Syafruddin menjelaskan, pemerintah secara serius akan mengakomodir tenaga honorer yang sudah memberi jasa dan tenaganya mengabdi di instansi pemerintah.
“Namun karena persoalan umur sudah lewat, mereka tidak bisa lagi ikut seleksi CPNS,” ungkap Syafruddin, saat memberi arahan kepada ribuan ASN Pemprov Sulsel dan instansi vertikal saat penyerahan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) serta Musrembang Nasional di CCC, Kamis (20/12).
Secara umum, tahun depan, pemerintah akan melakukan perekrutan pegawai selama tiga gelombang tahun depan.
Dua gelombang khusus dibuka untuk P3K dan satu gelombang untuk seleksi CPNS.
Lebih jauh dia mengemukakan, gelombang pertama untuk rekrutmen P3K kualifikasi guru, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian, dan tenaga infrastruktur.
“Rekrutmennya akan dibuka Januari. Jadi siap-siap untuk tenaga honorer dengan klasifikasi yang saya sebutkan diatas,” ungkapnya.
Gelombang kedua masih perekrutan P3K yang akan dilakukan setelah Pilpres dan Pilcaleg April mendatang. Spesifikasi tenaga honor yang direkrut diluar kategori yang diterima Januari.
Sementara gelombang III, merupakan rekrutmen atau seleksi bagi CPNS.
Syafruddin menambahkan, tahun depan, pemerintah akan merekrut 250 ribu pegawai. Sebanyak 150 ribu diambil dari P3K dan 100 ribu dari seleksi CPNS.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Ashari Fakhsirie yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Radjamilo menjelaskan, pihaknya sejauh ini belum mendapat informasi langsung baik berupa lisan maupun surat terkait perekrutan tenaga P3K.
“Namun kalau informasi soal ada buka perekrutan P3K, kami sudah dengar,” ungkapnya.
Dia menambahkan, begitu ada instruksi untuk mempersiapkan proses seleksi P3K, pihaknya akan langsung menindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menjelaskan, pihaknya mencatat sekitar 10 ribu lebih guru honorer yang tersebar di seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulsel.
Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, guru honorer yang bisa ikut dalam seleksi P3K adalah yang mengabdi minimal dua tahun, berkualifikasi S1, telah menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan linier dengan disiplin ilmunya.
Sejauh ini, kata lelaki yang akrab disapa None itu, belum ada informasi yang diperoleh dari pusat berapa kuota yang akan diberikan ke Pemprov Sulsel khusus untuk tenaga P3K dari guru honorer. (rhm)