MAKASSAR, BKM–Partai NasDem dan PKS sama sama optimistis bisa mengamankan satu kursi di Dapil Sulsel untuk DPR RI pada Pileg 2019 mendatang. Koalisi dua partai yang sukses menghantarkan pasangan Syamsari Kitta dan H. Dede terpilih menjadi Bupati Takalar menumbangkang petahana, Burhanuddin Baharuddin di Pilkada Takalar, Februari 2017 lalu ini, sangat yakin bisa kembali mendulang suara di Pileg tahun depan.
Antara NasDdem dan PKS, sejumlah kalangan lebih mengunggulkan caleg-caleg partai besutan Surya Paloh, yang dinilai lebih punya modal besar untuk meraih kemenangan di Dapil yang meliputi Kota Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru dinilai akan kesulitan meraih kursi. Alasannya, tak satupun wajah lama dipertahankan sebagai caleg oleh parpol peraih suara 147.115 suara saat Pileg 2014 ini. Dua lokomotif suara PKS di Pileg 2014, tak lagi maju di Dapil I.
Tamzil Linrung yang meraih 63.577 suara memilih maju sebagai anggota DPD, sementara Syamsari Kitta yang meraih 30.622 kini menjadi Bupati Takalar. Tanpa keduanya, Pileg 2019 mendatang bakal menjadi tantangan PKS. Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy mengatakan, jika melihat komposisi caleg NasDem di Dapil Sulse 1, maka mengamankan satu kursi cukup beralasan. “Tenri Olle YL, Thita SYL, Aura Aulia Imandara adalah nama-nama yang punya modal politik untuk memberikan sumbangsih elektoral ke NasDem,” katanya.
Sementara untuk meraih dua kursi bukanlah perkara mudah bagi NasDem. “Target dua kursi bukanlah perkara mudah mengingat sejumlah partai lain memiliki peluang yang sama dalam mendapatkan perolehan kursi. Saya kira ini tantangan NasDem mencapai target tinggi itu,” tuturnya. Sementara PKS, kata dia butuh kerja ekstra untuk kembali meraih kursi. “Mengulang prestasi Pileg 2014 bagi PKS di Dapil Sulsel 1 tergolong berat,” ujarnya. Dia menjelaskan, hasil riset JSI ada beberapa faktor yang membuat PKS kesulitan meraih kursi. Pertama kata dia, komposisi caleg PKS yang bertarung tidak sekompetitif yang dulu. Tak majunya Tamsil Linrung di tubuh PKS tentu mengancam perolehan suara.
Terpisah, Direktur Riset Celebes Researc Centre (CRC) Andi Wahyuddin Abbas menjelaskan, jika melihat kontestasi Pileg untuk DPR RI di semua dapil akan ketat. Khusus Dapil Sulsel 1, Partai NasDem berpeluang mengutus kadernya duduk di Senayan. Ia mencontohkan, figur seperti Tenri Olle YL yang pernah bertarung di Pilkada Gowa tentu memiliki basis tersendiri, demikian halnya dengan sang incumbent, Indira Chunda Thita. “Hanya saja, garis kekerabatan dengan Bupati Gowa saat ini juga akan memiliki pengaruh secara elektoral. Tapi apakah NasDem berpeluang dapat 1 atau 2 kursi?. Melihat profil kontestan lain, tampaknya butuh kerja ekstra,” ungkapnya.
Pakar Politik Unibos Makassar, Arief Wicaksono mengatakan, PKS punya peluang untuk meraih kursi di Dapil Sulsel 1, namun terbilang berat. Ia mengatakan, selain pecah kongsi internal yang sebagian besar pengurus tak masuk DCT. Ditambah lagi munculnya organisasi Garbi yang menampung kader PKS yang merasa kecewa. “Jika dicermati, yang menjadi gangguan adalah faksionalisasi internal PKS sendiri dengan munculnya Garbi itu,” katanya. (nugroho)