Site icon Berita Kota Makassar

BPPD NTB Promosi Wisata Sekaligus Ajak Makassar Kerjasama

MAKASSAR, BKM — Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) melirik potensi pasar pariwisata di Makassar. Hal ini dibuktikan dengan Sales Mission Lombok NTB Tourism Board yang digelar BPPD NTB  di Hotel Aston Makassar, Senin (24/12/2018).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempromosikan pariwisata Lombok pascagempa yang terjadi beberapa bulan lalu. Kini Lombok berangsur-angsur pulih dari bencana gempa.

Puluhan pelaku usaha dihadirkan. Termasuk mengundang ketua asosiasi di Sulsel, guna membangun kerja sama dalam mempromosikan wisata di Lombok. Tercatat 50 buyers ikut ambil bagian dalam acara ini.

Ketua BPPD NTB, Farid Said, mengatakan, kunjungan wisatawan meningkat 20 persen saat ini. Apalagi, KEK Mandalika, didukung dengan sarana dan prasarana yang baik.

Salah satunya, 1.200 hektare lahan. Sudah ada empat hotel yang dibangun di laham tersebut. Salah satunya milik Arab Saudi dengan fasilitas 25 ribu kamar nantinya.

“Jadi melalui kegiatan ini, kami tentunya mempromosikan pariwisata NTB pascagempa, sekaligus sebagai ajang silaturahim, dan memperkuat kerjasama antara pariwisata Sulsel dan NTB,” kata Farid di Hotel Aston, kemarin.

Selain itu lanjutnya, yang paling penting adalah memperkuat paket wisata halal antara Makassar, Lombok, dan Malang. “Jadi bersama-sama kita bangun paket halal tourisme. Kita singkat MLM,” imbuhnya.

Farid mengakui, sangat sulit menarik wisatawan Indonesia Tengah. Justru yang baik adalah Malaysia dan Thailand. Untuk itu imbuhnya, perlu konsistensi dalam membangun wisata.

Wakil Ketua BPPD NTB, Sahnan M. Rawiya, menambahkan, selain wisata pantai pasir putih, wisata pegunungan juga akan dikembangkan, yakni traking.

Ia menyebut ada Gunung Rinjani di Lombok, dan Gunung Tambora di Sumbawa. “Jadi banyak sekali. Dan kita akan mulai buka tahun depan lagi, karena cuaca kurang mendukung,” imbuhnya.

Anggota BPPD NTB, Lalu Abdul Hadi Faishal, M. Nur Haedin, dan GM Hotel Aston, Joko Budi Jaya, ikut mendampingi. Mereka juga aktif memberikan masukan, bagaimana Lombok dan Makassar bisa saling menopang sektor wisata. (hrd)

Exit mobile version