Site icon Berita Kota Makassar

Buka Usaha Bisa Sukses dan Mengsukseskan

MENEKUNI dunia usaha bukan perkara mudah, perlu banyak belajar dan menyukai dunia tantangan untuk melaluinya. Lahir di tengah-tengah keluarga pegawai negeri membuat tekanan sendiri. Seperti halnya yang dialami Ahmad.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Pria 33 tahun ini tidak mencontoh keluarganya. Ia lebih memilih membanting stir dengan memutuskan menggeluti dunia usaha sebagai pengusaha Tamaroka Food yang memproduksi kerupuk singkong dengan brandnya sendiri bernama Careppe.
Produk usahanya tersebut ia jual seharga Rp10-15 ribu perbungkus. Karena ia berkeinginan bagaimana ia bisa sukses sendiri kedepannya dengan usaha yang digelutinya sendiri.
“Saya punya cita-cita itu memang memjadi wirausaha sukses dan bisa mengsukseskan orang banyak. Karena secara otomatis kalau saya buka usaha, pasti akan tercipta lapangan kerja buat orang lain,” ungkapnya saat ditemui penulis, Selasa (25/12).
Lanjut pria kelahiran 01 januari 1985 ini mengaku, tidak mudah menjadi pengusaha ketimbang menjadi pegawai di sebuah perusahaan apalagi kantor pemerintah. Apalagi, tantangan membuka usaha itu terletak bagaimana strategi usaha yang akan dibuka dan membutuhkan modal yang tidak sedikit.”Tidak salah, jika membuka usaha itu perlu kerja keras dan pengorbanan untuk meraih kesuksesan,” ujar Ansar.
Bahkan Ansar pernah bekerja di sebuah perusahaan PT CMI teknologi, PT Icon Plus, PT Tirta Fresindo Jaya, membuatnya banyak mendapatkan pengalaman dan ide untuk mambangun usahanya sendiri.
“Kebanyakan keluarga adalah PNS dan menjadi pengusaha tidak mudah, lebih sulit dibandingkan dengan menjadi karyawan di suatu perusahaan, dengan pengalaman kerja di berbagai perusahaan itu salahsatu modal untuk memulai usaha,” katanya.
Menurut Ansar, untuk menjadi pengusaha harus menumbuhkan dalam dirinya jiwa kewirausahaan itu dulu, setelah itu memperluas jaringan.
Kata Ansar, ia memulai terjun dalam usaha dimulai dari program pengembangan wirausaha muda pertanian ,dengan bekal bimbingan, pendampingan dan bantuan permodalan.
“Saya memulai usaha ini dari program UKM Pertanian dan usaha ini telah berjalan selama 3 tahun, dengan segala tantangan dan kendala yang di hadapi, tantangan utama untuk UKM saat ini lebih ke pemasaran produk,” bebernya.
Namun, terlepas dari itu dirinya terus termotivasi untuk mengembangkan lagi usahanya, apalai dengan kecanggihan teknologi, lebih mudah baginya memperkenalkan produknya di masyarakat. Dirinya juga didukung oleh keluarga, itulah yang menjadi penyemangatnya untuk terus maju.
“Modal uang bukan yang utama tapi kita harus tumbuhkan mental wirausaha, sulit dan butuh waktu yang lama. Dukungan keluarga sangat baik terutama istri dan orang tua.Motivasi utama adalah keluarga saya sendiri,” tuturnya.(ita)

Exit mobile version