MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dengan cuaca buruk saat malam tahun baru. Apalagi Desember ini, diprediksi akan terjadi hujan lebat di wilayah Makassar.
Selain hujan lebat, yang dikhawatirkan juga adalah adanya angin yang cukup ekstrem. Khususnya wilayah yang dekat dengan garis pantai.
Meski begitu, Danny -sapaannya– mengatakan masyarakat tak perlu khawatir berlebih. Karena situasi yang lebih buruk belum ada hingga saat ini. Termasuk datangnya badai di sekitar wilayah pantai di Makassar.
Ia hanya meminta masyarakat untuk terus memperhatikan cuaca yang ada. Karena, menurutnya, badai yang akan terjadi sebenarnya bisa dilihat secara kasat mata.
“Badai gampang dilihat secara kasat mata. Kalau ada garis hitam di awan, itu akan ada badai dan angin kencang. Nelayan juga melihat itu. Apalagi kalau ada dua garis hitam di awan. Untuk itu saya imbau agar berhati-hati,” ujar Danny.
Dihubungi terpisah, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendukung imbauan yang dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Menurut orang nomor dua Sulsel itu, masyarakat sebaiknya mengikuti imbauan tersebut untuk menghindari wilayah pantai.
“Saya rasa itu sebuah hal yang sangat positif,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (25/12).
Menurut wagub, pasti ada alasan yang mendasari JK melontarkan statement itu. Demi menjaga agar masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dia melanjutkan, sebaiknya perayaan pergantian tahun dilakukan dengan kegiatan yang lebih positif. Tidak perlu menghambur-hamburkan uang.
Sebaiknya, uangnya dialihkan penggunaannya untuk donasi kepada saudara-saudari kita yang tertimpa musibah. Khususnya bagi yang baru saja tertimpa bencana tsunami di Banten dan Lampung.
“Bisa uang petasan, panggung dan lain-lain dialihkan untuk donasi sebagai empati kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Banten dan Lampung. Saya rasa itu sebuah hal yang sangat positif,” tandasnya.
Perubahan Arus Lalulintas
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar bakal melakukan penutupan dan perubahan arus lalulintas, serta penertiban parkir pada malam perayaan Tahun Baru 2019 atau car free night di Jalan Penghibur dan sekitarnya. Berlaku 31 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.
Humas Dishub Makassar Asiz Zila mengatakan, menjelang akhir tahun 2018, pihaknya mempersiapkan 120 personel untuk membantu pengaturan dan kelancaran arus lalulintas.
“Sudah fiks. Dishub akan menurunkan personel sebanyak 120 orang, untuk membantu kepolisian dalam melakukan pengaturan dan pengamanan terhadap beberapa titik kerawanan macet dan penutupan jalur,” kata Aziz.
Sedangkan jalan yang ditutup merupakan akses ke Anjungan Pantai Losari, yang merupakan pusat perayaan malam pergantian tahun bagi warga Kota Makassar.
Jalan yang ditutup total dan total dilarang untuk melintas menuju Anjungan Pantai Losari, yakni Jalan Penghibur, Pasar Ikan, dan Somba Opu.
Untuk area parkir, antara lain disiapkan Jalan Slamet Riyadi (depan kantor Pos), Jalan Ribura’ne (depan RRI), Jalan WR Supratman (depan Pasar Baru), CoI, CCC, jembatan CoI samping RS Siloam. (nug-rhm/rus)
