Site icon Berita Kota Makassar

Perindo dan PSI Diprediksi Raih Empat Persen Suara

MAKASSAR, BKM– Kehadiran sejumlah partai baru dan non parlemen dalam Pemilu Legislatif 2019 tidak boleh dipandang sebelah mata. Perindo dan PSI disebut paling berpeluang lolos masuk ke Senayan periode mendatang. Menurut Direktur Index Research, Vivin Sri Wahyuni, melalui survei terbaru yang dirilisnya Indonesia Elections and Strategic (Index) Research mencatat dari enam partai baru, dua partai non parlemen berpeluang besar lolos parliamentary threshold. Dua partai tersebut, dianggap paling besar peluangnya.

“Kalau survei kami, bisa dikatakan dua partai ini, Perindo dan PSI berpeluang menembus ambang batas sebesar empat persen. Partai Perindo memiliki elektabilitas 2,9 persen maka Perindo berpotensi lolos. Apalagi partai yang menguasai media massa dan sudah eksis sejak lama membuat nama Perindo melekat di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara PSI memiliki elektabilitas 1,2 persen. Serupa dengan Perindo, PSI masih berpeluang lolos jika ditilik dari angka margin of error. Daya tarik PSI terhadap masyarakat adalah keberanian partai besutan Grace Natalie itu untuk tampil berbeda dengan koalisi pendukung Joko Widodo.Selain itu, PSI juga menaruh kepedulian pada isu pemberantasan korupsi dan mengambil sikap tegas dalam isu sensitif terkait intoleransi.

“PSI berpeluang menembus ambang batas parlemen sebesar empat persen. PSI dengan keras menolak keberadaan berbagai peraturan daerah keagamaan atau sering disebut sebagai Perda Syariah,” jelas Vivin. “Kelompok moderat yang biasanya apatis dengan politik merasa tersuarakan oleh PSI,”bebernya. Adapun, hasil survei yang digelar pada 11-20 November tersebut menjabarkan, Partai Bulan Bintang (PBB) sebesar 0,5 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,3 persen, Partai Garuda 0,2 persen, dan Partai Berkarya 0,1 persen. Dengan angka elektabilitas tersebut, ke empat partai akan sulit masuk parlemen. Survei Index sendiri melibatkan 1. 200 responden yang diwawancarai secara tatap muka. Menggunakan metode multistage random sampling, hasil survei mendapatkan tingkat kepercayaan 95 persen. (Ita)

Exit mobile version