BULUKUMBA, BKM — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menargetkan perekaman KTP-e mematok target rampung 100 persen hingga akhir tahun 2018.
Kepala Disdukcapil Andi Mulyati Nur mengakui saat ini jumlah penduduk Kabupaten Bulukumba yang belum perekaman tersisa seribu orang lebih, sehingga waktu yang tersisa ini dimaksimalkan untuk melakukan perekaman.
“Upaya dilakukan supaya mempercepat penyelesaian perekaman adalah tetap buka pada hari libur, termasuk upaya jemput bola dengan melakukan perekaman di desa, seperti saat ini,” ujar Mulyati Nur di pintu gerbang Kawasan Adat Ammatoa, Kamis (27/12)
Perekaman di kawasan Ammatoa, karena sekitar 275 warga di sana yang belum melakukan perekaman. Kendalanya, karena mereka tidak terbiasa keluar berkendara ke Kota Bulukumba. Adapun persyaratan untuk membuka penutup kepala (passapu) pada saat berfoto yang dipermasalahkan selama ini sudah tidak jadi persoalan karena sudah ada izin dari Kemendagri untuk menghargai kearifan lokal.
Hari pertama perekaman dipantau Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali bersama Ketua Komisi A DPRD Muh Tamrin.
Menurut Mulyati Nur, perekaman akan dilakukan sampai selesai, jika hari pertama tidak selesai maka akan dilanjutkan pada esok harinya. Dari pantauan di lapangan warga yang merekam langsung menerima KTP-el sepanjang datanya baik atau statusnya PRR (Print Ready Record)
Warga Ammatoa Kajang Attang menyambut baik dan bersyukur perekaman bisa dilakukan di wilayahnya.
Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengaku melakukan jemput bola perekaman tersebut untuk kepentingan Pemilu 2019 mendatang, di mana persyaratan untuk menyalurkan hak suara dalam pesta demokrasi harus memiliki KTP-el
(min/C)
Disdukcapil Target 100 Persen
