MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar dan daerah lain di Sulsel, Jumat (28/12) telah memicu terjadinya banjir. Kondisi terparah berlangsung pada sejumlah wilayah di Kabupaten Barru.
Pantauan BKM di Makassar, luapan air menggenangi sejumlah ruas jalan protokol. Di antaranya Jalan AP Petta Rani, Jalan Hertasning, Jalan Raya Pendidikan, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Jalan Urip Somohardjo, Jalan Racing Center, Jalan Tala’ Salapang, hingga Jalan Ade Irma. Gedung SMPN 13 Makassar juga kebanjiran.
Di Kompleks Kodam III Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya dan Jalan Lantebung, RT 04/RT 06 Kelurahan Bira, puluhan rumah terendam banjir setinggi 1 meter.
Lurah Bira Muhammad Kasim, berjanji akan mengupapayakn secepatnya bisa mengatasi banjir yang merendam rumah warga. ”Sementara kita atasi. Kita mau angkat sampah-sampah yang ada di saluran air. Apalagi hujan yang turun juga cukup lebat,” kata Kasim usai melakukan pemantauan di Jalan Lantebung, Jumat (28/12).
Di lokasi terpisah, Lurah Maradekaya Ruslan Jufri bersama Bhabinkamtibmas memantau kondisi di sekitar kanal. Sebab dikhawatirkan air meluap dari kanal, mengingat curah hujan yang cukup tinggi.
Menyusul banjir yang terjadi di kompleks Kodam III Kecamatan Biringkanaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah menyiapkan posko tanggap bencana. Posko yang didirikan, kemarin berada di sekitar pemukiman warga yang terkena dampak banjir.
Murniati, warga kompleks Kodam III menuturkan, hujan yang turun sejak malam hari membuat air dari bantaran sungai yang ada di perbatasan Makassar meluap hingga ke permukaan jalan.
“Dari kemarin (Kamis) memang air sudah mulai naik. Sementara malamnya hujan tidak berhenti. Jadi naikmi lagi. Selalumi di sini kalau hujannya, tidak berhenti pasti air naik,” ucapnya.
Menurut Murniati, banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Biring Je’ne. Ketinggian air sudah mencapai paha orang dewasa. Beberapa warga mulai mengevakuasi barang-barangnya dan bersiap-siap untuk mengungsi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar Taufik Rachman meninjau langsung lokasi banjir. Ia bersama opersonelnya mendatangi Kompleks Kodam III, Swadaya dan Sungai Romang Tanggaya.
Dari hasil peninjauan, Taufik mengatakan jika yang terjadi hanyalah genangan, bukan banjir. Kondisinya juga dikatakan masih normal, karena air surut dengan cepat. Tak ada juga kerusakan apapun, sehingga proses evakuasi belum dilakukan
“Masih normal. Tidak ada banjir, cuma genangan. Airnya itu cuma sampai di mata kaki. Tadi kami meninjau juga sudah surutmi,” klaimnya.
Meski begitu, Taufik tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga. Apalagi saat ini masih suasana purnama yang menyebabkan air cepat naik.
Berdasarkan data dari BPBD Kota Makassar, ada delapan titik banjir yang terjadi, kemarin. Antara lain di Sanrangan Daya, Jalan Paccerakkang, Swadaya, Waduk Tunggu Bitoa, Kompleks Kodam III, Sungai Romang Tangngayya, Perumnas Blok VIII dan IX.
Saat ini BPBD telah melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi jika terjadi banjir yang lebih besar. Beberapa tempat telah disiapkan sebagai posko siaga jika terjadi hal yang tak diinginkan.
Antara lain di kantor BPBD Kota Makassar, carester Manggala, carester Tamalanrea, dan posko lapangan. Peralatan yang disiapkan, seperti perahu karet, tenda keluarga, dapur umum, tangki air bersih, family kit, baby kit, hygiene kit, sarung, selimut, pelayanan kesehatan, hingga PTSD/dongeng anak.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto telah mengintruksikan kepada seluruh pimpinan wilayah kecamatan siaga 24 jam.
“Untuk mengantisipasi banjir, saya juga sudah perintahkan seluruh aparat siaga 24 jam,. Dari pantauan satelit, ketika laut pasang bertepatan bulan purnama, maka kita harus siaga banjir,” tandasnya.
Untuk saat ini, Danny terus akan memantau langsung kondisi di lapangan. “Kita harus siaga banjir. Kita berharap banjir tidak terjadi, walaupun tadi malam terjadi genangan tapi sudah surut jam 6 sampai jam 8. Sampai jam 12 pasang tertinggi, masyarakat harus waspada banjir,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) IV Makassar Siswanto menjelaskan, kondisi saat ini hingga malam pergantian tahun, terutama di wilayah Makassar, diperkirakan hujan.
“Kalau kita lihat, sesuai perkembangan dinamika atmosfir, intensitas hujan yang terjadi ringan hingga sedang,” ujarnya, kemarin.
Dia melanjutkan, hujan agak lebat diperkirakan bisa terjadi di pesisir barat Sulsel seperti Maros, Pangkep, Barru, Parepare, serta Pinrang.
Akibat hujan yang cukup lebat itu, beberapa wilayah memang sudah terdampak banjir. Salah satu yang paling parah seperti yang terjadi di Kabupaten Barru.
“Memang kami sudah mengimbau dengan menyampaikan ke media, bahwa sampai besok (hari ini), potensi hujan di wilayah Sulsel bagian barat, masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas cukup lebat,” jelasnya.
Khusus di malam pergantian tahun, lanjut Siswanto, intensitas hujan cukup lebat hampir merata di seluruh wilayah. “Malam tahun baru, masih merata. Karena kita sudah hampir memasuki fase puncak musim hujan. Artinya peluang hujan sedang hingga lebat bisa terjadi. Kita lihat lagi nanti perkembangannya seperti apa,” tambahnya.
Sementara untuk gelombang laut, Sabtu (29/120 hari ini, di Laut Flores dan sekitarnya dipekirakan setinggi 2,5 hingga 4 meter.
“Itu harus diwaspadai. Gelombang tinggi di wilayah perairan Selayar masih cukup tinggi,” ungkapnya.
Secara umum, cuaca ekstrem, angin kencang dan gelombang tinggi di seluruh perairan seperti selat Makassar, perairan Selayar, Bone dan lainnya cukup tinggi hingga akhir tahun. Di sekitar Makassar dan Pangkep bahkan akan meningkat hingga ketinggian gelombang 3 meter pada tanggal 31 Desember dan 1 Januari 2019.
Kepala Stasiun BMKG Maritim Paotere Irwansyah Nasution menerangkan, berdasarkan pemantauan, saat ini tinggi gelombang laut cukup berbahaya untuk kapal nelayan, seperti katinting, jolloro, maupun kapal berukuran sedang lainnya.
Karena itu diimbau kepada nelayan agar berhati-hati dan atau tidak melaut untuk sementara waktu. “Untuk sementara tidak ada larangan. Cuma diimbau untuk sekarang gelombang ombak sekitar Selat Makassar cukup tinggi. Terutama di daerah Kepulauan Selayar itu sekitar 1 sampai 2,5 meter. Dan bisa sampai maksimum 4 meter di dekat laut Flores,” jelas Irwansyah.
Kondisi serupa juga terjadi di perairan Bone. Hari ini diperkirakan gelombang laut mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter. Dan akan mulai tenang pada tanggal 30-31 Desember dengan ketinggian 0,5 sampai 1 meter.
Namun berbeda dengan perairan Makassar dan Pangkep, yang justru pada tanggal 30 hingga 1 Januari 2019 akan mengalami peningkatan gelombang laut hingga 3 meter. (ita-rhm-nug/rus/b)
Siaga Banjir 24 Jam
