Site icon Berita Kota Makassar

Gubernur Sulsel Bantu Korban Banjir Barru Rp 1 Miliar

BARRU, BKM — Saat memantau beberapa lokasi yang terdampak banjir di Kabupaten Barru,  Sabtu (29/12/2018), Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ke memberikan bantuan anggaran untuk penanganan bencana banjir sebesar Rp 1 miliar.

“Bantuan dari Pemprov Sulsel senilai Rp 1 miliar ini untuk penanggulangan kerugian pascabanjir,” ujar NA.

Pemkab Barru saat ini, lanjut Gubernur Sulsel, sedang melakukan pendataan dari nilai kerugian yang disebabkan peristiwa bencana banjir ini. Disamping itu, juga dilakukan pemetaan guna mengetahui langkah yang diambil pascabanjir.

“Hasil pendataan dan pemetaan itu kemudian kita koordinasikan dalam rangka percepatan perbaikan infrastruktur. Apalagi pihak Balai Jembatan dan Jalan juga sudah melihat kerugian yang ditimbulkan. Semua upaya yang kita laksanakan sebagai bentuk pemulihan pasca banjir, ” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Barru Suardi Saleh menjelaskan bahwa bantuan Gubernur Sulsel sebesar Rp 1 miliar, akan gunakan untuk perbaikan rumah warga yang terkena dampak dan beberapa perbaikan infrastruktur serta operasional posko induk.

“Sekarang tim Pemkab Barru sedang melakukan pendataan kerugian yang timbul. Data inilah yang akan kita jadikan rujukan, sebelum mengalokasikan bantuan dana untuk korban banjir. Harapan kita bantuan ini harus tepat sasaran dan tepat guna,” tandas Suardi.

Sebelumnya, Bupati Barru Suardi Saleh, juga menjelaskan tentang sebaran titik lokasi banjir pada lima kecamatan di Kabupaten Barru

“Berdasarkan data di lapangan, di Kecamatan Tanete Rilau di Kampung Maralleng ada lima rumah warga hanyut, sedangkan di Kecamatan Barru satu rumah tertimbun longsor, jembatan gantung di Maruala putus dan ratusan hektar areal persawahan dan tambak tergenang satu irigasi jebol sepanjang 10 meter,” papar bupati.

Mantan Wabup Barru ini juga menambahkan di Kecamatan Balusu, dua korban jiwa meninggal, empat rumah terbawa arus, satu mobil hanyut dan dua tiang listrik tumbang serta ratusan hektare sawah dan empang tergenang. Termasuk gedung SD dan SMP ikut tergenang. Masjid pun tergenang dan jembatan beton roboh.

Selanjutnya di Kecamatan Soppeng Riaja areal persawahan dan tambak rata-rata tergenang.

Begitu pula dengan pasar Ajakkang ikut terendam banjir, pagar kantor desa Ajakkang roboh.

“Dampak saat banjir juga terjadi di Kecamatan Mallusetasi sawah dan tambak serta beberapa rumah ikut tergenang banjir ,” terangnya. (rusdi)

Exit mobile version