LUWU, BKM — Mengisi masa liburan tahun baru 2019 warga dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan menyerbu tempat wisata sungai Pakkalolo, desa Lengkong, kecamatan Bua, kabupaten Luwu, Selasa (1/1/2019).
Objek wisata dengan mengandalkan keasrian alam dan kesegaran air sungai serta udara segar ini membuat pengunjung membludak.
Area wisata ini ramai sejak pukul 08.00 wita hingga sore jelang petang. Mereka yang datang dari berbagai kalangan seperti orang tua, remaja dan anak-anak menikmati segarnya air sungai Pakkalolo yang jernih.
Salah satu pengunjung wisata sungai Pakkalolo, Kavrawi mengatakan mereka datang bersama keluarga untuk mandi dan makan bersama keluarga.
“Kami datang bersama rombongan beberapa keluarga membawa anak-anak untuk mandi-mandi sambil makan bersama keluarga disini, karena airnay memang segar dan pemandangan alamnya yang masih asri, di kiri kanan-kita bisa melihat alam pegunungan dan di depan sungai yang mengalir jernih,” katanya.
Kondisi alam yang ada di lokasi ini cukup bersahabat dengan anak-anak untuk mandi dan bermain, selain karena tersedia tempat yang dangkal dan alami juga tersedia fasilitas berupa karet ban untuk bermain air.
“Disini bisa menguji adrenalin anak untuk bermain di alam, misalnya bermain di aliran air mulai yang dangkal hingga sedikit dalam bagi anak-anak,” ujar Marianti.
Salah satu warga yang mengelolah tempat dalam area wisata, Yunus mengatakan bahwa pengunjung padat pada hari libur besar seperti saat ini yakni libur Tahun baru.
“Hari ini pengunjung diperkirakan lebih dari seribu orang, dan memang pengunjung padat pada hari Libur besar dan pada hari Minggu mulai pagi hingga sore hari, mereka datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan,” ucapnya.
Lokasi wisata Sungai Pakkalolo memiliki fasilitas yang cukup memadai bagi pengunjung seperti Shelter atau pondok, Mushollah, Ban untuk berenang, Area parkir yang luas, dan pohon pohon besar di pinggiran sungai yang digunakan untuk bernaung.
Untuk mencapai lokasi ini dapat ditempuh dari ibu kota kabupaten Luwu sejauh 40 kilometer, dari ibu kota kecamatan Bua sejauh 10 kilometer.
Pengunjung saat memasuki area cukup membayar Rp5 ribu rupiah untuk kendaraan roda empat dan Rp2 ribu untuk kendaraan roda dua, selain itu jika menempati satu Shelter, pengunjung dapat bisa menyewa dengan biaya Rp50 ribu sehari. (irwan musa)
