Site icon Berita Kota Makassar

Petani Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Dinas Guru SDI Bulogading

GOWA, BKM — Seorang petani bernama Mustari Dg Gading (58), warga Dusun Bulogading, Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo membuat geger warga setempat.

Pasalnya, sekira pukul 16.30 Wita, Selasa (1/1/2019) Mustari Dg Gading ditemukan sudah menjadi mayat dan kondisinya memprihatinkan. Tubuhnya membengkak, hitam dan membusuk.

Korban yang diketahui sebagai petani ini ditemukan dalam sebuah kamar perumahan guru SDI Bulogading yang terletak di Borongjati, Romanglasa yang  ditempatinya sudah puluhan tahun.

Sayangnya Mustari konon hidup seorang diri di rumah dinas sekolah itu sehingga tak satupun warga yang tahu apa penyebab kematian Mustari yang sudah 10 tahun ditinggal mati istrinya ini.

Sejak ditemukan tadi sore dan pihak Kepolisian dari Polsek Bontononpo bersama Polres Gowa telah melakukan olah TKP serta mengevakuasi mayat korban, kasus kematian Mustari pun kini dalam penanganan Kepolisian.

“Kami tadi menerima laporan ini dari para warga yang konon terganggu akibat bau busuk dari arah salah satu perumahan guru SDI Bulogafing tersebut. Kami sudah cek identitasnya. Korban memang hidup sendirian dan sudah lama menempati perumahan guru tersebut,” jelas Camat Bontonompo Muh Yasin Mallingkai saat dikonfirmasi Beritakota Makassar melalui pesan WhatsApp, sesaat lalu.

Berdasarkan kronologisnya, mayat Mustari ini ditemukan pertamakali oleh warga bernama Hj Mariani Dg Taugi (50).

Sebelum ditemukan, Hj Mariani Dg Taugi bersama warga lainnya bernama Akbar (30) tengah berkunjung ke area belakang rumahnya yang berdekatan dengan kompleks perumahan guru tersebut.

Sesaat tiba di tempat itu, Mariani dan Akbar mengaku mencium bau busuk yang sangat menyengat. Keduanta pun lalu mencari tahu sumber bau busuk tersebut.

Sesampai di sekitar salah satu rumah guru, bau busuk itu tambah menjadi-jadi. Karena penasaran, keduanya pun lalu memeriksa kondiri rumah guru tersebut.

Tepat depan pintu rumah guru yang dihuni korban, langkah Mariani dan Akbar terhenti. Saking penasaran pintu depan didobrak Akbar. Setelah pintu terbuka, terlihat lelaki Mustari terbaring dalam keadaan telah meninggal dunia dan kondisi mengenaskan.

Akbar kemudian memanggil sejumlah warga setempat lalu melaporkan penemuan tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Bontonompo dan pemerintah setempat.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat ini.

“Iya benar telah ditemukan satu mayat di dalam perumahan guru di SDI Bulogading. Anggota kita sudah menanganinya,” kata AKP Mangatas Tambunan saat dihubungi.

Dari kondisi kematiannya, korban Mustari diduga telah meninggal dunia sejak tiga hari lalu. Saat ditemukan, korban berposisi telentang di atas bale-bale dalam rumahnya.

Menurut keterangan warga sekitar, korban Mustari telah bertahun-tahun tinggal sendiri dirumahnya sejak istrinya meninggal dan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga bahwa korban memiliki riwayat penyakit rabun dan maag akut.

Oleh pihak keluarga, korban langsung dimakamkan malam ini juga setelah sebelumnya pihak keluarga menolak untuk dioutopsi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pemerintah Kecamatan Bontonompo, menyebutkan jika korban Mustari selama ini menghuni perumahan guru disebabkan tidak punya rumah.

“Iya, korban merupakan warga Asli Bontonompo dan tidak punya rumah. Jadi selama tidak punya rumah itu, korban menumpang tinggal di perumahan guru SDI Bulogading tersebut. Korban punya satu anak dan satu cucu namun tinggal terpisah dari korban,” kata Camat Bontonompo Muh Yasin Mallingkai. (saribulan)

Exit mobile version