Site icon Berita Kota Makassar

Danny Minta Doa Terbaik di Sisa Masa Jabatannya

MAKASSAR, BKM–Berbeda dari tahun sebelumnya, penyambutan tahun 2019 kali ini, Pemerintah Kota Makassar menggelar doa dan dzikir bersama di Anjungan Pantai Losari, tepatnya di Ponton, Senin malam (31/12).
Tampak beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkumpul dalam satu titik dengan pakaian putih-putih, mengikuti dzikir dan doa bersama selama dua jam.
Di tempat yang sama, penyambutan tahun baru 2019 terus berlanjut. Jajaran Pemerintah Kota Makassar menggelar sholat subuh berjamaah pada pukul 04.15 Wita kemudian dilanjutkan bersih-bersih pantai Losari yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.
Danny sapaan karibnya menuturkan, ponton ini menampung doa dan sujud para SKPD menyambut tahun baru 2019. Bagi Danny, saat tahun baru ini tidak usah berpesta yang berlebihan, cukup dengan kerja dan kerja.
“Doakan kota yang kita cintai ini. Seperti halnya Makassar yang prediksi akan di guyur hujan dengan intensitas deras, walaupun kanal-kanal sudah penuh air. Alhamdulillah Makassar jauh dari banjir,” ulas Danny.
Danny mengatakan, di tahun 2019 ini merupakan tahun terakhir kepemimpinannya bersama Wakil Wali kota Makassar, Syamsu Rizal. Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat untuk mendoakan yang terbaik agar lima bulan sisa masa jabatannya dapat menyelesaikan apa yang menjadi visi dan misinya.
“Saya bersama Deng Ical, doakan kami untuk lima bulan ini saya menyelesaikan apa yang menjadi visi dan misi saya,” katanya.
Sementara Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal Mi menghadiri zikir dan doa akhir Tahun 2018 keluarga besar Masjid Darul Ikhlas, di Kecamatan Tallo, Senin (31/12).
“Alhamdulillah sudah mulaimi bergeser cara masyarakat Makassar menyambut tahun baru, yang tadinya masyarakat menyambut pergantian tahun dengan menyalakan petasan. Tapi kali ini sudah tidak lagi karena mereka semua mulai sadar bahwa itu bukan budaya dan karakter kita sebagai ummat muslim,” kata Deng Ical, sapaannya.
Menurutnya, jika pada tahun-tahun sebelumnya hampir seluruh masyarakat menyambut tahun baru dengan berpesta kembang api, tapi kali mereka lebih pada mendekatkan kepada sang pencipta.
“Kalau seperti ini semua jamaah masjid di Makassar, maka insyah allah kota Makassar akan selalu dalam lindungan Allah dan juga diberkahi. Hal inilah sehingga membuat Makassar bisa kuat, aman dan nyaman serta dijauhi dari segala musibah dan bencana,” tambahnya.
Daeng Ical juga menuturkan, 2019 akan menjadi tahun yang sangat strategis, akhir dari RPJMD masa jabatan DIA, dalam konteks ekonomi Makro sudah cukup Maju dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 8.44% pendapatan perkapita sudah menembus diatas Rp 100 Juta pertahun.
“HDI dan Indeks kebahagiaan yg cukup membanggakan, dibalik berbagai kemajuan yang telah diraih bersama, tentunya menjadi prestasi kita semua, pemerintah (eksektif dan legislatif), masyarakat serta pangusaha dan semua komponen masyarakat Makassar,” ucapnya.
Menurutnya, dibalik keberhasilan tersebut, tentu banyak masalah yang belum terselesaikan, kemacetan, sampah, pengangguran, keamanan dan banyak lagi masalah yang mesti diselesaikan bersama.
“Dalam penyelesaian ini tentu sesuai tugas dan porsi masing-masing. kami selalu menyampaikan salah satu clue pendekatan pembangunan Makassar sebagai Sombere dan Smart City, clue itu adalah semua masyarakat memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis, sama pentingnya dengan porsi dan pada level yang berbeda,” tutup Daeng Ical.(nug/war/c)

Exit mobile version