Site icon Berita Kota Makassar

Malino Aman, Camat Tinggimoncong Apresiasi Polres Gowa

GOWA, BKM — Kota Malino di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa adalah wilayah kunjungan kedua setelah kota Makassar oleh masyarakat Gowa dan Makassar di setiap malam pergantian tahun.

Karena menjadi pusat kunjungan masyarakat untuk menikmati libur akhir tahun maka kondisi arus lalulintas di kota kecil ini sudah pasti padat.

Karena seringnya macet, pihak Satlantas Polres Gowa pun melakukan rekayasa jalan dengan memberlakukan one way (satu arah) di poros-poros padat di Malino.

Satu arah itu pun telah diberlakukan selama dua hari pada 31 Desember 2018 dan 1 Januari 2019.

Hasilnya, kondisi arus lalulintas di malam pergantian tahun dua hari lalu tak menyisakan macet. Arus lalu lintas lancar. Selain itu, kondisi di Malino tercipta aman dan kondusif.

Camat Tinggimoncong Andry Mauritz pun mengapresiasi kondisi Malino di malam pergantian tahun yang aman kondusif.

“Terima kasih kepada pihak pengamanan dari Polres Gowa. Alhamdulillah keadaan pergantian tahun di Kota Malino berjalan aman, tertib dan terkendali. Ini juga berkat kerjasama seluruh stakeholder, pemerintah dan masyarakat Tinggimoncong,” kata Andry kepada Beritakota Makassar, Selasa (1/1/2019) malam.

Camat berharap kondusifitas di Malino selalu terjaga selamanya apalagi Malino sebagai kota menuju destinasi wisata nasional melalui program event berkelanjutan Beautiful Malino yang tahun 2019 ini memasuki tahap ketiga dilaksanakan.

Kendati demimikan, di lain pihak sejumlah warga khususnya pemilik warung yang berlokasi di poros-poros yang menjadi jalur one way, mengeluh.

Pasalnya, saat malam pergantian tahun, sejumlah penjual makanan mengaku omzetnya berkurang disebabkan pengunjung Malino lebih tercurah di pusat kunjungan yakni hutan pinus.

Seperti dikatakan Dg Uddin, salah seorang penjual makanan. Dia mengaku hampir seluruh pemilik warung makan khususnya di poros Jl Sultan Hasanuddin dan Jl Endang sepi pengunjung. Sebab Jalan Sultan Hasanuddin dan Endang hanya bisa dilewati pengendara ketika turun dari kawasan hutan pinus.

“Iye, waktuna mau naik, semua kendaraan lewat Jalan S Dg Jarung baru ke Jalan Collengi tembuski di Jalan Pendidikan baru ke pinuski. Sampai di pinus disitumi semua pengunjungan makang. Tidak turunmi ke Sultan Hasanuddin karena kalau turungi disini pasti kalau maui naek ke pinus mutarki lagi ke jalur yang tadi. Jadi tidak adami kita kodong yang datang ke sini makang,” kata Dg Uddin penjual makanan campuran.

Dg Uddin pun minta agar tahun depan jangan lagi ada kebijakan satu arah karena merugikan penjual makanan lainnya. Atau sebaiknya dibalik, jalur naek ke pinus melewati Jalan Sultan Hasanuddin dan pulangnya melewati Jalan Pendidikan, Jalan Colleng dan Jalan S Dg Jarung.

Terkait keluhan para penjual makanan terhadap pemberlakuan satu arah ini, Kasat Lantas Polres Gowa AKP Religia Faradikta yang dikonfirmasi, Rabu (2/1/2019) mengatakan untuk pemberlakuan one way ini sebelum diterapkan sudah disosialisasikan ke masyarakat Malino dan sekitarnya. Bahkan kata AKP Religia Faradikta pihaknya pun sudah meminta Kapolsek Tinggimoncong untuk membantu mensosialisasikan penerapan satu arah di malam pergantian tahun.

“Berlakunya one way ini adalah untuk kepentingan umum. Jadi sasarannyq memang agar (semua merasakan) tidak macet, aman, lancar. Terkait soal warung ini, ini kepentingan pribadi saja. Sistem one way ini berlaku hanya pada tanggal 31 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 saja dimana puncaknya mobilisasi kendaraan ke Malino itu terjadi,” jelas Kasat Lantas Polres Gowa. (saribulan)

Exit mobile version