Site icon Berita Kota Makassar

Gowa Optimis Capai Hasil Panen di Atas 408 Ribu Ton

GOWA, BKM — Curah hujan yang tinggi di pengujung tahun 2018 hingga awal 2019 ini membuat petani kuatir akan berdampak pada penurunan kualitas hasil pertanian mereka. Khususnya tanaman padi di Kabupaten Gowa.
Meski petani ragu akan kondisi hasil pertaniannya nanti, namun Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa, Sugeng Priyatno, mengaku optimis kondisi cuaca tidak akan terlalu berdampak.
”Iya. Saya kira tidak ada yang perlu dikuatirkan. Karena saat ini masih dalam tahapan masa tanam,” jelas Sugeng saat ditemui di sela menghadiri puncak peringatan Hari Ibu ke 90 di The Village Padivalley Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Minggu (30/12).
Dikatakan Sugeng, pihaknya jauh hari telah melakukan upaya dengan memperbaiki saluran pembuangan di setiap sawah milik petani khususnya petani yang telah melakukan penanaman padi. Sementara, untuk petani yang belum menanam, diputuskan ditunda satu hingga dua hari ke depan sampai volume air yang tertampung di sawah akibat curahan hujan menurun.
”Secara umum, musim hujan kali ini pengaruhnya tidak terlalu besar. Karena petani saat ini pada posisi baru menanam, atau baru memasuki musim tanam. Dan kita prediksikan nanti puncak panen pada akhir Maret hingga awal April dimana kondisi cuaca sudah mengalami peralihan ke musim kemarau,” papar Sugeng.
Menyinggung soal kuantitas hasil pertanian, menurut Sugeng, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), data sementara yang diperoleh, untuk gabah yang telah dihasilkan selama 2018 mencapai 420.000 ton.
”Itu untuk data sementara dari BPS. Semoga 2018 kita bisa lampaui tahun 2017. Dimana tahun lalu, kita peroleh 408.000 ton GKP (gabah kering panen) dan kalau dikonversi menjadi beras maka hasilnya sekitar 240.000 ton GKG (gabah kering giling),” terang Sugeng.
Sementara itu untuk target di 2019, Sugeng berharap semoga hasil panen di Gowa akan lebih meningkat. Jika mengacu pada RPJMD, maka Gowa harus mencapai lebih 408.000 ton seperti yang telah dicapai sebelumnya. (sar/mir)

Exit mobile version