Site icon Berita Kota Makassar

Sekkab Tutup Bulan Bakti Gotong Royong

SOPPENG, BKM — Sekkab Soppeng H Andi Tenrisessu menutup pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong ke XIV tingkat Kabupaten Soppeng di Lapangan Sepakbola UkkeE Desa Pesse Kecamatan Donri Donri baru-baru ini.
Sekkab menjelaskan pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Masyarakat, merupakan suatu hal yang penting untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap pergeseran arah kebijakan pembangunan pada era reformasi dan otonomi daerah dengan mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, diperlukan semangat kebersamaan dan kegotong-royongan untuk maju yang didukung dengan kesungguhan, ketekunan, keuletan dan kesabaran dari seluruh pelaku pembangunan.
Diperlukan langkah antisipatif memperkuat integrasi sosial melalui pemberdayaan dan pelestarian nilai-nilai budaya gotong-royong. Tumbuh berkembang dan mengakar dalam kehidupan masyarakat kita sebagai bagian dari nilai budaya bangsa, dengan menggelorakan kembali semangat kegotong-royongan dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan melalui Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat.
Menyadari akan pentingnya posisi strategis dalam pelaksanaan pembangunan, lanjutnya maka salah satu Misi Pemerintah Daerah dalam RPJMD Kabupaten Soppeng yaitu penguatan otonomi desa yang disertai dengan pengalokasian sumber-sumber anggaran bagi desa.
“Demikian pula terhadap kelurahan telah dialokasikan dana dalam bentuk bantuan keuangan, bahkan telah ditetapkan perda tentang perencanaan dan pengganggaran partisipatif, guna mengurangi lesenjangan antara pembangunan pada daerah perkotaan dan pedesaan” jelasnya
“Atas nama Pemkab sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai wujud kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan menuju pada penguatan integrasi sosial melalui kegiatan nyata gotong-royong dalam pelaksanaan pembangunan yang sekaligus merupakan pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan masyarakat Bugis” jelasnya. (ono/D)

Exit mobile version