Site icon Berita Kota Makassar

Dua Mayat Ditemukan, Satu di Perumahan Guru

GOWA, BKM — Warga Kabupaten Gowa mengawali tahun baru 2019 dengan penemuan dua mayat di lokasi berbeda. Semuanya berjenis kelamin laki-laki.
Pada Rabu (2/1) pukul 11.45 Wita, sesosok tubuh yang tak lagi bernyawa ditemukan di RT 01/RW 04 Lingkungan Pandang-pandang, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu. Pria berusia 30 tahun tersebut bernama Danial. Posisinya terbaring di lantai kamar rumah milik Dg Timung.
Almarhum diduga meninggal dunia akibat serangan asma akut. Mayatnya pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah Dg Timung. Saat itu juga warga menghubungi Babinsa Peltu Sirajuddin dan Bhabinkamtibmas Aipda Muh Ismail.
Setibanya di lokasi kejadian, Babinsa dan Binmas langsung berkoordinasi dengan Polsek Somba Opu. Berselang beberapa menit petugas dokpol Polres Gowa tiba dan langsung mengecek kondisi korban. Selanjutnya mengevakuasi jasadnya RS Bhayangkara guna menjalani visum.
Sementara sehari sebelumnya, Selasa (1/1), sesosok mayat juga ditemukan di Dusun Bulogading, Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo. Pria bernama Mustari Dg Gading (58) ini ditemukan tak bernyawa dalam kamar pada salah satu rumah di perumahan guru SDI Bulogading.
Sehari-harinya almarhum berprofesi sebagai petani. Mayatnya pertama kali ditemukan oleh Hj Mariani Dg Taugi (50) dan Akbar (30) sekitar pukul 16.30 Wita.
Kondisi jasad Mustari sudah sangat memprihatinkan. Tubuhnya membengkak berwarna hitam dan sudah menimbulkan bau menyengat.
Informasi yang diperoleh, Mustari sudah puluhan tahun tinggal di tempat ditemukannya tak bernyawa. Ia hidup seorang diri di rumah dinas sekolah itu. Karenanya, tak satupun warga yang tahu apa yang menjadi penyebab kematiannya.
Mustari disebut sudah 10 tahun ditinggal mati oleh istrinya. Polsek Bontonompo dan Polres Gowa melakukan olah TKP serta mengevakuasi jasad korban.
Camat Bontonompo Muh Yasin Mallingkai, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga yang terganggu akibat bau busuk dari salah satu perumahan guru SDI Bulogading. ”Kami sudah cek identitasnya. Korban memang hidup sendirian dan sudah lama menempati perumahan guru tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan kronologisnya, mayat Mustari ditemukan pertam akali oleh warga bernama Hj Mariani Dg Taugi (50). Sebelum ditemukan, Hj Mariani bersama warga lainnya bernama Akbar (30) tengah berkunjung ke area belakang rumahnya yang berdekatan dengan kompleks perumahan guru tersebut.
Di lokasi tersebut, Mariani dan Akbar mengaku mencium bau busuk yang sangat menyengat. Keduanya pun lalu mencari tahu sumber bau busuk tersebut.
Sesampai di sekitar salah satu rumah guru, bau busuk itu tambah menjadi-jadi. Karena penasaran, keduanya pun lalu memeriksa kondiri rumah guru tersebut.
Tepat depan pintu rumah guru yang dihuni korban, langkah Mariani dan Akbar terhenti. Saking penasaran pintu depan didobrak Akbar. Setelah pintu terbuka, terlihat lelaki Mustari terbaring dalam keadaan telah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.
Akbar kemudian memanggil sejumlah warga setempat, lalu melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Bontonompo dan pemerintah setempat.
Dari kondisi kematiannya, korban Mustari diduga telah meninggal dunia sejak tiga hari lalu. Saat ditemukan, korban berposisi telentang di atas bale-bale dalam rumahnya.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit rabun dan maag akut. Selanjutnya, almarhum dimakamkan malam itu juga, setelah sebelumnya pihak keluarga menolak untuk dioutopsi.
Informasi yang diperoleh dari pemerintah Kecamatan Bontonompo, korban Mustari selama ini menghuni perumahan guru karena tidak punya rumah.
“Korban ini merupakan warga asli Bontonompo dan tidak punya rumah. Karenanya dia menumpang tinggal di perumahan guru SDI Bulogading. Korban punya satu anak dan satu cucu, namun tinggal terpisah dari korban,” jelas Camat Bontonompo.
Terpisah, Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi membenarkan penemuan dua mayat ini. “Iya, ada dua mayat ditemukan di tempat bebeda. Satu di dalam perumahan guru di sekolah di SDI Bulogading, dan satunya di Pandang-pandang. Kasusnya sudah ditangani polisi,” kata AKP Mangatas Tambunan. (sar/rus)

Exit mobile version