Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Minta Gedung SMP Dibangun di Kecamatan Makassar

MAKASSAR, BKM–Kecamatan Makassar diketahui satu-satunya Kecamatan di Kota Makassar yang tidak memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kondisi itu menjadi perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.
Salah seorang anggota DPRD Kota Makassar, Badaruddin Ophier bahkan meminta Pemerintah Kota Makassar untuk membangun gedung SMP, karena banyak anak-anak yang melanjutkan sekolah tingkat SMP di luar dari wilayah Kecamatan Makassar.
“Seumur-umurnya saya di Makassar, Kecamatan Makassar satu-satunya kecamatan dari 15 kecamatan yang tidak punya gedung SMP. Hal ini harus ada, kenapa? banyak anak-anak di sana melanjutkan pendidikan tingkat SMP di luar Wilayah Kecamatan Makassar,” katanya.
Ia menambahkan, yang menjadi perhatiannya juga yakni saat penerimaan peserta didik dengan menerapkan sistem zonasi atau wilayah. “Apalagi sekarang sudah sistem zonasi , semoga ada pembangunan sekolah SMP di Kecamatan Makassar,” tambahnya.
Menyikapi keluhan itu, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal pun mengapresiasi perhatian dari anggota DPRD Kota Makassar. Ia pun menilai, memang seharusnya perlu dilakukan pembangunan gedung SMP karena dari pertimbangan teknis ini menyangkut akses sekolah di sekitar situ.
Menurut Deng Ical sapaan karibnya, dirinya memastikan untuk diperhatikan. Karena kecamatan di sekitarnya, masing-masing telah memiliki SMP.
“Kita pasti perhatikan hal itu, karena kecamatan yang ada di sekeliling Kecamatan Makassar seperti Kecamatan Panakukang, Kecamatan Ujung Pandang dan Kecamatan Mamajang masing-masing mempunyai SMP,” ucap Deng Ical.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rahman Bando mengatakan, jika dirinya saat ini sedang melakukan kajian terkait masalah itu. Ia akan mulai memikirkan solusinya, termasuk memarger sekolah SD yang selama ini ada di Kecamatan Makassar, untuk digunakan fasilitasnya oleh para siswa SMP.
“Karena saat ini banyak sekolah SD yang sudah tidak memenuhi standar jumlah peserta didiknya. Itu yang lagi kita kaji sekarang, apakah kita marger sekolah SD itu, lalu fasilitasnya digunakan olah SMP,” kata Rahman.
Rahmanpun akan terlebih dahulu menyiapkan data-data terkait solusi tersebut, kemudian akan dihadapkan ke Wali Kota Makassar. Karena jika membangun sekolah dalam waktu dekat, menurutnya akan ada banyak proses yang harus dilalui terlebih dahulu.
“Kalau kita mau bangun sekolah SMP kita harus siapkan tanah dulu. Menyiapkan anggaran itu butuh waktu panjang,” jelasnya.(nug/war/c)

Exit mobile version