MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel berencana akan melelang 18 unit kendaraan dinas (randis) roda empat. Pelaksanaan lelang dilakukan pekan depan.
Kendaraan ini telah melalui beberapa tahapan, salah satunya penaksiran harga oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sulseltrabar.
Nilai limit hasil taksiran DJKN bahkan sudah dibuatkan surat keputusan yang ditandatangani Gubernur Sulsel. Dari 18 kendaraan, nilai terendah ditaksir Rp9 juta dan tertinggi Rp100 juta lebih.
Kepala Biro Pengelolaan Barang dan Aset Daerah, Nurlina mengatakan, pihaknya sementara mengurus persetujuan lelang. Setelah izin dikeluarkan oleh gubernur, maka selanjutnya kendaraan akan diserahkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
“Secepatnya akan dilelang, kemungkinan minggu depan. Semua orang bisa ikut, tentu melalui persyaratan yang ada di web resmi KPKNL,” kata Nurlina, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (4/12).
18 unit kendaraan ini merupakan bagian dari 24 kendaraan yang diajukan oleh beberapa OPD untuk dihapuskan. Selanjutnya, Biro Pengelolaan Barang dan Aset juga mendata Randis yang sudah berumur di atas 7 tahun.
“Sejauh ini sudah ada 70 mobil dan 109 motor yang sudah dilaporkan oleh pengguna barang dalam hal ini OPD. Nanti kita lihat mana yang masih bisa digunakan dan harus dilelang juga,” jelasnya.
Nurlina menyebutkan tahun ini pihaknya ditargetkan pendapatan sebesar Rp400 juta. Jika 18 unit kendaraan yang sudah siap dilelang laku dengan nilai limit terendah Rp1 miliar, maka target tersebut sudah melebihi.
“Kendaraan yang dilelang ini sudah masuk rancangan kebutuhan milik daerah untuk penghapusan (RKMDP). Selama ini, banyak kendaraan yang membebani APBD karena biaya pemeliharaan dan perawatan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemprov meminta Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Sulseltrabar untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap kendaraan yang akan dilelang.
Sebanyak tiga orang pegawai dari Dirjen Kekayaan Negara Sulseltrabar melakukan cek fisik kendaraan yang akan dilelang.
Namun, dari 24 randis yang direncanakan akan dilelang, baru 18 unit yang diserahkan ke Biro Pengelolaan Aset Daerah.(rhm)
